Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Apakah Aman Bertemu Teman dan Keluarga Setelah Divaksin Virus Corona?

Pertanyaan yang muncul seperti apakah aman untuk bertemu dengan teman dan keluarga setelah menerima suntikan, terutama jika mereka belum divaksinasi virus corona?
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 14 Januari 2021  |  14:12 WIB
Kemasan vaksin virus corona (Covid-19) diperlihatkan di Command Center serta Sistem Manajemen Distribusi Vaksin (SMDV), Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/1/2021). ANTARA FOTO - M Agung Rajasa
Kemasan vaksin virus corona (Covid-19) diperlihatkan di Command Center serta Sistem Manajemen Distribusi Vaksin (SMDV), Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/1/2021). ANTARA FOTO - M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA – Dalam pertempuran selama setahun melawan virus corona baru, harapan untuk mengakhiri situasi ini makin besar dengan pengembangan vaksin Covid-19. Beberapa negara sudah memulai program vaksinasi.

Di Amerika Serikat, banyak pekerja perawatan kesehatan dan penghuni serta staf di fasilitas perawatan jangka panjang telah menerima suntikan vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna yang telah mendapat izin penggunaan darurat dari Food and Drug Administration (FDA).

Lebih banyak vaksinasi akan menyusul dengan pemerintah berupaya mempercepat proses distribusi, termasuk memasukkan kelompok usia 65 tahun ke atas dan mereka yang berisiko tinggi mengalami penyakit parah akibat Covid-19.

Kedua vaksin – Pfizer-BioNTech dan Moderna – terbukti sangat efektif dalam uji klinis tahap akhir dan sejauh ini para pejabat telah menyuarakan kepercayaan pada kemampuan vaksin untuk melindungi orang dari jenis virus baru.

Tetapi seiring dengan peluncuran vaksin yang telah lama dinantikan, pertanyaan penting tetap muncul seperti apakah aman untuk bertemu dengan teman dan keluarga setelah menerima suntikan, terutama jika mereka belum divaksinasi?

Baik vaksin Pfizer maupun Moderna memerlukan dua dosis, dengan para ahli mengharapkan untuk melihat lebih dari 90 persen efektivitas dalam mencegah infeksi virus corona bergejala, kira-kira seminggu setelah dosis kedua.

Kepala petugas medis dari WebMD mengatakan bahwa mereka masih belum tahu tentang penyebaran infeksi tanpa gejala. Dia mengatakan bahwa studi sedang dilakukan dan publik akan tahu jawaban tersebut dalam beberapa waktu ke depan.

Meskipun Pfizer dan Moderna mengatakan bahwa vaksin mereka sekitar 95 persen efektif mencegah orang terkena gejala Covid-19, hingga saat ini belum banyak bukti apakah suntikan itu akan menghentikan infeksi dan penularan tanpa gejala.

Untuk vaksin Moderna, data uji klinis fase 3 peer-review yang diterbitkan di New England Journal of Medicine menjelang tahun baru, menunjukkan bahwa vaksin dapat mengurangi infeksi tanpa gejala sekitar dua per tiga.

Akan tetapi kumpulan datanya kecil. Hal ini membuat para ahli mengatakan bahwa data itu tidak cukup untuk menilai infeksi tanpa gejala meskipun analisis eksplorasi awal menunjukkan bahwa beberapa tingkat pencegahan dapat diberikan setelah dosis pertama.

Sementara itu, ketika berbicara tentang menghabiskan waktu dengan orang yang tinggal di luar rumah, Whyte mengatakan bahwa hal tersebut masih memiliki risiko bahkan setelah menerima vaksin, oleh sebab itu penting untuk masyarakat bisa mengelola risiko terinfeksi dengan tindakan lanjutan.

Dia mengatakan seminggu setelah dosis kedua, risiko orang terkena gejala infeksi sangat rendah. Akan tetapi hal tersebut tidak bisa sepenuhnya menghilangkan risiko terinfeksi yang masih mungkin terjadi karena berbagai alasan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Virus Corona Covid-19 Vaksin Covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top