Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Memahami Pentingnya dan Cara Kerja Vaksin Dosis Kedua

Sebagaimana diketahui, sebagian vaksin memerlukan dosis penguat agar berfungsi maksimal. Ini berlaku pada vaksin lain seperti MMR atau vaksin campak, gondok.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 18 Januari 2021  |  16:34 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara
Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara

Bisnis com, JAKARTA - Program vaksinasi Covid-19 telah dimulai di berbagai negara. Sejumlah besar penerima vaksin telah mendapatkan suntikan dosis pertama dan kedua. Sementara yang lainnya masih menantikan suntikan selanjutnya.

Sebagaimana diketahui, sebagian vaksin memerlukan dosis penguat agar berfungsi maksimal. Ini berlaku pada vaksin lain seperti MMR atau vaksin campak, gondok, dan rubella yang diberikan kepada bayi di seluruh dunia untuk mencegah infeksi mematikan pada masa anak-anak.

Sekitar 40 persen orang yang menerima hanya satu dosis tidak terlindungi dari ketiga virus tersebut, dibandingkan 4 persen dari mereka yang mendapatkan dosis kedua. Orang dari kelompok pertama empat kali lebih mungkin tertular campak daripada kelompok kedua.

Dilansir dari bbc.com, Senin (18/1) Danny Altmann, profesor imunologi di Imperial College London mengatakan alasan mengapa orang tertarik pada booster dan menganggapnya sangat penting adalah karena hal itu membuat tubuh menuju mode penyempurnaan dari respons imun.

Lantas bagaimana cara vaksin dosis kedua atau vaksin booster bekerja? Ketika sistem sel kekebalan pertama kali menemukan vaksin, sistem tersebut mengaktifkan dua jenis sel darah putih yang penting.

Pertama adalah sel B plasma yang berfokus pada pembuatan antibodi. Sayangnya, jenis sel ini berumur pendek. Jadi meskipun tubuh mungkin memiliki antibodi ini, tanpa suntikan kedua ini seringkali diikuti dengan penurunan yang cepat.

Kedua adalah sel T yang masing-masing secara khusus dirancang untuk mengidentifikasi patogen tertentu dan membunuhnya. beberapa di antaranya seperti sel T memori apat bertahan selama beberapa dekade.

Tak hanya dekade, kekebalan dari vaksin atau infeksi terkadang dapat bertahan seumur hidup. Akan tetapi yang terpenting adalah biasanya orang tidak akan memiliki banyak tipe sel ini sampai dosis kedua vaksin disuntikkan.

Altmann mengatakan bahwa dosis penguat adalah cara tubuh memaparkan kembali antigen - molekul pada patogen yang memicu sistem kekebalan - untuk memulai bagian kedua dari respons.

"Jadi, begitu mendapatkan booster, Anda akan memiliki frekuensi sel T memori yang lebih tinggi dan sampai batas tertentu untuk ukuran kumpulan sel B memori yang akan dimiliki. Mereka juga membuat antibodi berkualitas lebih tinggi," katanya.

Pada paparan kedua terhadap vaksin atau patogen yang sama, sel B yang tersisa dari sebelumnya dapat dengan cepat membelah dan menciptakan kerumunan keturunan yang mengancam, yang menyebabkan lonjakan kedua dalam jumlah antibodi yang beredar.

Dosis kedua juga memulai proses pemasangan sel B, yang melibatkan pemilihan sel yang belum matang dengan reseptor terbaik untuk mengikat patogen tertentu. Ini terjadi saat mereka masih di sumsum tulan dan melakukan perjalanan lima untuk berkembang.

Sementara itu, sel T juga berkembang biak dengan cepat. Mereka sudah dianggap memainkan peran penting selama pandemi dan melindungi beberapa orang dari pengembangan Covid-19 yang parah.

Meskipun virus tersebut dipercaya mulai beredar secara global sejak sekitar Desember 2019 lalu, ada beberapa bukti bahwa sel T mungkin telah melihat virus corona lain sebelumnya. Misalnya yang menyebabkan flu biasa sehingga memungkinkan sel itu mengenali virus corona baru.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Vaksin Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top