Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AS Minta China Transparan ke Tim WHO soal Asal Usul Virus Corona

Tim ahli independen yang dipimpin oleh WHO mencoba untuk menentukan asal usul Covid-19 tiba di Wuhan pada pekan lalu, di mana mereka mengadakan telekonferensi dengan rekan-rekan China selama masa karantina 2 minggu
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 19 Januari 2021  |  11:41 WIB
Seseorang mendapat tindakan medis melalui jendela kendaraan, sementara yang lainnya mengantre untuk melakukan uji asam nukleat, menyusul wabah Virus Corona penyebab Covid-19, di Beijing, China, Selasa (30/6/2020). - Antara\\r\\n\\r\\n
Seseorang mendapat tindakan medis melalui jendela kendaraan, sementara yang lainnya mengantre untuk melakukan uji asam nukleat, menyusul wabah Virus Corona penyebab Covid-19, di Beijing, China, Selasa (30/6/2020). - Antara\\r\\n\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Amerika Serikat meminta China untuk mengizinkan tim ahli dari World Health Organization (WHO) untuk mewawancarai pengasuh, mantan pasien, dan pekerja di lab di pusat kota wuhan. Hal tersebut lantas menuai teguran dari otoritas China.

Tim ahli independen yang dipimpin oleh WHO mencoba untuk menentukan asal usul Covid-19 tiba di Wuhan pada pekan lalu, di mana mereka mengadakan telekonferensi dengan rekan-rekan China selama masa karantina 2 minggu sebelum mulai bekerja di lapangan.

Amerika Serikat, yang menuduh China menyembunyikan penyebaran awal, telah menyerukan penyelidikan yang dipimpin WHO agar transparan dan mengkritik ketentuan kunjungan, di mana para ahli China telah melakukan penelitian tahap pertama.

Garrett Grigsby dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, yang memimpin delegasi Amerika Serikat, mengatakan China harus membagikan semua studi ilmiah tentang sampel hewan, manusia, dan lingkungan yang diambil dari pasar di Wuhan.

Dia mengatakan kepada Dewan Eksekutif WHO analisis komparatif dari data genetik semacam itu akan membantu untuk mencari sumber yang tumpang tindih dari wabah yang memicu terjadinya pandemi global Covid-19.

“Kami memiliki tugas serius untuk memastikan bahwa penyelidikan kritis ini kredibel dan dilakukan secara objektif dan transparan,” katanya seperti dikutip Channel News Asia, Selasa (19/1).

Sementara itu, Sun Yang, direktur jenderal kantor tanggap darurat kesehatan Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan bahwa studi asal virus bersifat ilmiah yang perlu dikoordinasi dan kerja sama. Dia menegaskan bahwa hal itu harus dihindarkan dari tekanan politik apa pun.

Delegasi Australia juga menyerukan agar tim WHO memiliki akses ke data, informasi, dan lokasi kunci yang relevan dengan tujuan utama kunjungan, yakni mencari tahu sedetail mungkin tentang asal usul virus corona baru yang menyebabkan pandemi.

Sebelumnya, Mike Ryan, kepala kedaruratan WHO mengatakan bahwa tidak ada jaminan jawaban. “Ini adalah tugas yang sulit untuk sepenuhnya menetapkan asal usul dan kada perlu dua atau tiga atau empat upaya untuk dapat melakukannya dalam pengaturan yang berbeda,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top