Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mutasi Virus Corona Pengaruhi Keparahan Penyakit Pasien Covid-19

Peneliti menyimpulkan hubungan yang lebih realistis bahwa varian B117 virus corona terkait dengan peningkatan risiko kematian.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 25 Januari 2021  |  10:17 WIB
Mutasi varian baru virus corona (Covid-19) berpengaruh pada keparahan penyakit pasien Covid-19 - Antara
Mutasi varian baru virus corona (Covid-19) berpengaruh pada keparahan penyakit pasien Covid-19 - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Varian virus corona jenis B117 telah mengalami berbagai mutasi yang meningkatkan daya penularannya. Selain itu, belakangan ada banyak perkembangan teranya dalam menentukan apa kaitannya dengan tingkat keparahan penyakit.

Dilansir dari Express UK, Senin (25/1/2021) makalah terbaru dari New and Emerging Respiratory Virus Threats Advisory Group (NERVTAG) melaporkan varian B117 yang menyatakan kekhawatiran bahwa varian itu kini telah menjadi varian paling mendominasi di sebagian besar Inggris.

Penelitian awal oleh Public Health England (PHE) menunjukkan mutan B117 tidak menyebabkan perbedaan signifikan dalam risiko rawat inap atau kematian pada orang yang terinfeksi. Namun, analisis baru menemukan bukti yang konsisten bahwa mutasi itu mengarah pada peningkatan keparahan penyakit.

Hal ini didasarkan pada studi penelitian berbeda yang dilakukan oleh Imperial College London, University of Exeter, dan London School of Hygiene and Tropical Medicine. Ketiga institusi sampai pada kesimpulan bahwa varian itu menunjukkan tingkat keparahan penyakit yang lebih banyak pada orang yang terinfeksi.

Sementara, berdasarkan bukti yang muncul dari penelitian oleh NERVTAG, peneliti menyimpulkan ada kemungkinan yang lebih realistis bahwa varian B117 terkait dengan peningkatan risiko kematian. Mereka menambahkan bwa risiko absolut kematian per infeksi tetap rendah.

Organisasi tersebut menekankan bahwa jeda waktu dari infeksi hingga rawat inap dan kematian relatif lama. Oleh karena itu, data akan bertambah dalam beberapa minggu mendatang, pada saat analisis akan menjadi lebih pasti.

Center for Disease Control and Prevention (CDC) juga menjelaskan mutasi yang mengkhawatirkan pada varian B117. Domain pengikat reseptor protein lonjakan pada posisi 501 telah berubah. Apa yang akan menjadi asam amino asparagine (N) telah berganti dengan tirosin (Y). Ada juga mutasi di ORF8 yang belum diketahui.

CDC saat ini prihatin bagaimana penyakit yang disebabkan oleh B117 berbeda dari penyakit yang disebabkan oleh varian lain yang telah beredar. Saat ini, tiga rangkaian gejala klasik virus corona masih berlaku untuk varian tersebut.

Selain varian Inggris, varian lain yang mengganggu adalah mutasi virus corona yang ada di Afrika Selatan yang berbeda lagi. Dikenal sebagai B.1.351, bukti terbaru tentang strain mutan itu menunjukkan bahwa virus dapat memengaruhi netralisasi antibodi.

Ad juga varian Brasil yang dikenal dengan P.1 yang mengandung sejumlah mutasi tambahan yang dapat memengaruhi kemampuannya untuk dikenali oleh antibodi. Garis keturunan P.1 berisi 17 perubahan asam amino unik dan tiga penghapusan.

Ada tiga mutasi pada domain pengikat reseptor protein lonjakan yakni K417T, E484K, dan N501Y. Keprihatinan meningkat untuk mutasi Brasil karena pengaruhnya terhadap antibodi mempertanyakan efektivitas vaksinasi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin mutasi Virus Corona Covid-19
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top