Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cara Mengobati Batuk Akibat Virus Corona Saat Isolasi Mandiri

Batuk yang disebabkan oleh virus corona dapat diatasi dengan menggunakan obat, tetapi akan lebih baik untuk mengonsumsi obat dari dokter saat isolasi mandiri.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 28 Januari 2021  |  10:14 WIB
Batuk yang disebabkan  oleh  virus corona - istimewa
Batuk yang disebabkan oleh virus corona - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Jika Anda mengalami gejala ringana virus corona (Covid-19) seperti batuk maka isolasi mandiri (Isoman) menjadi solusi untuk mencegah penularan.

Isolasi mandiri akan membuat kondisi fisik Anda untuk menuju pemulihan. Kabar baiknya adalah tingkat pemulihannya positif, yaitu 80 persen. Namun, kabar buruknya, Anda mungkin mengalami satu atau beberapa gejala utama, yang meliputi demam, sesak napas, dan batuk kering parah.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), gejala batuk dapat muncul dua hari hingga 14 hari setelah terpapar. CDC menyarankan bahwa kebanyakan orang akan mengalami gejala selama beberapa hari dan membaik setelah sekitar satu minggu.

Orang yang sakit harus minum banyak cairan agar tetap terhidrasi, banyak istirahat dan mengambil langkah untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19, kata CDC.

Mengatasi Batuk Virus Corona 

Saat Anda memulihkan diri di rumah, apa yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi batuk Anda?

CDC mengatakan bahwa obat generik yang dijual bebas dapat membantu meringankan gejala, tetapi tidak menentukan obat mana yang paling berhasil. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa beberapa pengobatan Barat, tradisional atau rumahan dapat memberikan kenyamanan dan meringankan gejala.

Ada dua strategi non-pengobatan yang dapat Anda gunakan untuk mencoba membantu meredakan batuk yang disebabkan oleh Covid-19 di rumah. Jika Anda mempertimbangkan untuk menggunakan obat yang dijual bebas, ada beberapa hal penting yang perlu Anda ketahui untuk membuat pilihan yang tepat.

Menurut Food and Drug Administration (FDA) AS, perawatan non-pengobatan untuk batuk termasuk minum banyak cairan, terutama minuman hangat. Minum banyak cairan juga membantu mencegah seseorang yang sakit mengalami dehidrasi, yang juga bisa disebabkan oleh demam.

Batuk bisa sangat mengiritasi tenggorokan. Untuk orang dewasa, obat batuk atau permen keras dapat membantu meredakan sakit tenggorokan dan mengurangi keinginan untuk batuk, menurut CDC.

Pertimbangkan untuk bertanya kepada dokter Anda apakah akan menggunakan humidifier. Untuk batuk kering, kelembapan ekstra dari humidifier bisa membantu memudahkan pernapasan. Meskipun ini belum terbukti secara khusus untuk virus corona, pelembab berguna untuk penyakit pernapasan lainnya.

Mempertimbangkan Obat Anak dan Batuk

FDA tidak merekomendasikan penggunaan obat bebas untuk gejala batuk dan pilek pada anak-anak di bawah usia dua tahun. Sebagai akibat dari keputusan ini, banyak produsen yang memberi label ulang produk mereka untuk menyatakan bahwa produk tersebut tidak boleh diberikan kepada anak-anak di bawah usia empat tahun.

Ketahuilah bahwa banyak dari produk ini mengandung banyak bahan, yang dapat menyebabkan overdosis yang tidak disengaja, kata FDA.

FDA menyarankan bahwa produk pilek dan batuk yang dijual bebas dapat berbahaya bagi anak-anak jika mereka mengonsumsi:

1. Dosis terlalu sering

2. Lebih dari satu produk mengandung obat yang sama

3. Lebih dari jumlah yang disarankan

4. Obat-obatan yang ditujukan untuk orang dewasa


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona obat batuk Covid-19
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top