Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Simak! Ini 8 Tips Membersihkan Rumah Pasca Banjir

Kotoran yang menempel di rumah pasca banjir wajib dibersihkan. Berikut 8 tips membersihkan rumah yang mengalami kebanjiran.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 22 Februari 2021  |  10:30 WIB
Banjir merendam rumah penduduk di kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (19/2/2021). Banjir terjadi akibat luapan Sungai Ciliwung. - Antara
Banjir merendam rumah penduduk di kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (19/2/2021). Banjir terjadi akibat luapan Sungai Ciliwung. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Banjir melanda sebagian wilayah Jabodetabek pada Sabtu (20/2/2021). Setelah air banjir surut, para pemilik rumah tentu pusing untuk membersihkan lumpur dan kotoran sisa banjir.

Kotoran yang menempel di rumah pasca banjir wajib dibersihkan. Selain tak enak dilihat, lumpur bekas banjir akan mengganggu kesehatan Anda jika tidak segera dibersihkan.

Tak bisa dipungkiri, membersihkan kotoran bekas banjir tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi, jika air banjir cukup tinggi merendam rumah Anda.

Dikumpulkan dari berbagai sumber, berikut 8 tips membersihkan rumah yang mengalami kebanjiran.

1. Matikan Arus Listrik
Tahap pertama yang harus Anda lakukan sebelum membersihkan kotoran akibat banjir adalah mematikan arus listrik. Air banjir mungkin menempel pada alat-alat elektronik, kabel, atau stop kontak di rumah Anda. Arus listrik di rumah wajib dimatikan agar Anda dan keluarga tidak tersetrum.

2. Alat Pelindung
Jangan lupa untuk menggunakan perlengkapan pelindung diri. Beberapa peralatan yang perlu disiapkan, seperti sarung tangan, sepatu boot karet, baju dan celana lengan panjang, masker, hingga pelindung mata (googles) agar tubuh Anda terhindar dari kuman dan kotoran air banjir.

3. Cairan Disinfektan
Setelah memakai perlengkapan lengkap, segera keluarkan dan keringkan air banjir yang menggenang di seluruh permukaan lantai. Jika sudah kering, Anda bisa membersihkan kuman serta kotoran yang menempel dengan menggunakan cairan desinfektan. Apabila tak ada cairan disinfektan, Anda bisa menggunakan air panas untuk membersihkan lantai.

4. Pilah-Pilih Barang
Tahap selanjutnya, kelompokkan semua barang yang ada di rumah. Lihat kembali kondisinya saat ini. Jika sudah rusak akibat terendam air banjir, segera masukkan ke kardus atau trash bag untuk dibuang. Namun, jika kondisinya masih bagus, Anda bisa membersihkan dan memperbaikinya.

5. Furnitur
Hal yang sama juga berlaku untuk furnitur atau mebel. Apabila kondisi kayu masih kokoh, Anda bisa gunakan kembali. Untuk furnitur atau mebel kayu yang sedikit kotor, Anda bisa membersihkan terlebih dulu air bekas banjir dengan air bersih supaya tidak timbul flek.

Kemudian, oleskan minyak dan gosok dengan lap bersih sampai noda yang menempel hilang. Namun, jika jenis kayu tidak tahan air lebih baik dibuang karena akan lapuk dan berjamur.

6. Peralatan Elektronik
Jika semua furnitur sudah dibersihan, Anda bisa mengecek peralatan elektronik yang terendam banjir. Perlu diingat, jangan menyambungkan peralatan elektronik yang sudah terkena air ke listrik karena bisa menimbulkan korslet.

7. Mobil dan Motor
Hal yang sama juga bisa diterapkan ke kendaraan bermotor. Jika mobil dan motor Anda terendam banjir, segera bawa ke bengkel yang sudah terpercaya sesegera mungkin untuk membersihkan dan memperbaiki bagian mesin dan interior mobil yang kotor dan basah akibat banjir.

8. Terapkan 3M
Jangan lupa untuk tetap menerapkan 3M, yaitu menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan saat Anda membersihkan rumah pascabanjir. Penerapan 3M dapat mengurangi potensi penularan virus Covid-19 di lingkungan Anda dan keluarga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir Banjir Jakarta
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top