Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hilang Penciuman: Mayoritas Pasien Covid-19 Bisa Pulih dari Anosmia

Meski sejauh ini belum ada pengobatan standar untuk memulihkan gejala kehilangan penciuman, kebanyakan pasien Covid-19 sembuh dari anosmia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Februari 2021  |  08:23 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, YOGYAKARTA - Kehilangan kemampuan penciuman atau anosmia kerap dialami penderita Covid-19.

Meski sejauh ini belum ada pengobatan stadar untuk memulihkannya, kebanyakan penderita anosmia bisa pulih dari gangguan ini.

Demikian dijelaskan dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan-Bedah Kepala Leher Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, dr. Mahatma Sotya Bawono.

Ia menyebutkan di sisi lain ada sebagian pasien yang menderita anosmia secara menetap. 

"Ada yang bisa pulih dari anosmia, tetapi ada yang menetap atau tidak pulih. Namun sejauh ini lebih banyak yang pulih," kata Mahatma melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Jumat (26/2/2021).

Penderita anosmia, kata dia, bisa sembuh selama beberapa minggu atau hitungan bulan. Kendati begitu dalam beberapa kasus, anosmia bersifat permanen.

Ia mengaku pernah menangani pasien Covid-19 yang tak kunjung pulih dari anosmia hingga dua bulan setelah terjangkit virus Corona.

"Salah satu pasien saya ada yang sampai dua bulan pasca Covid-19 tidak juga pulih," kata dia.

Sampai saat ini, kata dia, belum ada panduan standar untuk membantu mengembalikan fungsi penciuman pasien Covid-19.



Meski demikian, terapi atau latihan dengan memberikan stimulasi pada indera penciuman dapat dilakukan untuk mendorong kesembuhan. 

Misalnya, berlatih mengendus setiap hari dengan menggunakan aroma berbeda-beda. Misalnya, aroma lemon, minyak atsiri, kopi, dan lainnya.

"Penggunaan aroma-aroma tersebut dapat untuk melatih penghidu. Berhasil tidaknya ini tentu tergantung dari derajat kerusakannya," terangnya.

Hilangnya kemampuan penciuman ini, kata dia, memiliki akibat yang tidak bisa disepelekan sebab bisa berdampak pada kualitas hidup seseorang.

"Kalau tidak bisa menghidu, nanti aroma makanan juga tidak bisa tercium dan ini dapat menurunkan selera makan.Dalam jangka panjang bisa mempengaruhi kualitas hidup," kata dia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 anosmia

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top