Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

6 Tips untuk Pelari Pemula di Masa Pandemi

Pandemi virus corona menjadi alasan banyak orang yang beralih untuk berolahraga di tengah kesibukkan pekerjaan dan pengembangan diri setelah bosan melakukan berbagai hobi seperti menonton film.
Laurensia Felise
Laurensia Felise - Bisnis.com 01 Maret 2021  |  11:01 WIB
Olahraga lari - nytimes.com
Olahraga lari - nytimes.com

Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah statistik dari berbagai aplikasi olahraga menunjukkan adanya peningkatan jumlah pengguna aplikasi tersebut, di mana Strava melaporkan setidaknya rata-rata dua juta orang mendaftar ke aplikasi Strava setiap bulannya pada tahun 2020 lalu.

Pandemi virus corona menjadi alasan banyak orang yang beralih untuk berolahraga di tengah kesibukkan pekerjaan dan pengembangan diri setelah bosan melakukan berbagai hobi seperti menonton film.

Menurut pelatih pribadi Cara Meehan, berikut beberapa tips sebagaimana dilansir dari BBC.

1. Sesuaikan Kecepatan dengan Kemampuan

Ketika mulai berlari, Cara menyarankan untuk memulainya dengan kecepatan yang lambat dan tidak langsung berlari dengan kecepatan yang penuh.

“Jangan bandingkan diri Anda dengan orang lain. Anda harus bisa berhenti sejenak, sesekali berjalan. Tidak masalah jika Anda didahului orang lain,” tuturnya.
Ia juga beralasan bahwa mulai lari dengan kecepatan lambat dapat membuat seseorang mampu berlari lebih lama.

2. Bangun Rencana

Fokus pada rencana dan berkomitmen dapat membangun kebiasaan yang dapat terus dijalankan. Cara menyebutkan bahwa pelari baru perlu untuk membangun stamina dengan membangun pelan-pelan targetnya.

“Berlari selama tiga kali seminggu mungkin adalah waktu yang ideal untuk memulainya, kemudian bangun itu. Pada saat pertama kali berlari, Anda mungkin akan berlari dan kemudian mengambil sedikit istirahat di sela-sela itu. Di waktu berikutnya, Anda bisa mengambil jarak lebih jauh lalu beristirahat,” jelasnya.

3. Hindari Cedera

Cara berpendapat bahwa cedera pada bagian tulang kering adalah cedera umum bagi para pelari baru. Baginya, penting untuk menggunakan peralatan berlari untuk mengatasi risiko cedera. Salah satunya adalah berinvestasi pada sepatu berlari yang sesuai dengan kebutuhan.
Pemanasan yang serius juga merupakan hal yang perlu dilakukan sebelum berlari. “Mulailah dengan berlari dengan kecepatan lambat, lalu berhenti sejenak selama beberapa menit untuk lakukan pemanasan,” tambahnya.

Berbagai hal yang dapat dilakukan setelah berlari menurutnya ialah mandi dengan air hangat, banyak minum air, dan lakukan beberapa langkah pemanasan. Hal ini penting untuk melemaskan otot-otot sehabis berolahraga.

4. Pastikan Tubuh Terisi Minuman dan Makanan

Sebelum berlari, pastikan energi di dalam tubuh telah terisi. Sangat disarankan untuk tetap terhidrasi sehingga Anda tidak perlu membawa air terutama pada saat berlari pada jarak yang pendek.

Setelah berlari, pastikan juga tubuh terisi makanan bernutrisi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh misalnya dengan mengosumsi karbohidrat seperti selembar roti dengan selai kacang atau buah pisang. Tujuannya adalah untuk mengembalikan energi dalam tubuh dan memperbaiki otot setelah berolahraga.

5. Nikmati Pemandangan

Berlari memang sulit, terutama bagi mereka yang baru saja memulainya. Cara mengimbau untuk membuat kegiatan itu menyenangkan sehingga penting untuk mengingat alasannya dan fokus pada hal tersebut.

“Jangan perhatikan waktu, nikmati pemandangannya, terutama jika Anda belum bisa bepergian seperti saat kondisi normal. Lihat sekitar Anda dan amati apa yang orang lain lakukan dan jika Anda menikmati apa yang Anda lakukan maka Anda akan tetap melanjutkannya,” jelasnya.

6. Berhati-hati Ketika Berlari di Malam Hari

Jika Anda tidak memiliki opsi untuk berlari selain pada saat malam hari, Anda disarankan untuk memiliki rekan yang bisa Anda kabari sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka orang tersebut dapat merasa siaga.

Saskia Garner dari organisasi Suzy Lamplugh Trust menyarankan agar pelari perlu berhati-hati ketika menggunakan aplikasi pelacak dan memastikan pengaturan privasi sudah sesuai sehingga rute dan waktu rutin untuk berlari tidak terlihat.

“Gunakan rute yang memiliki penerangan yang baik dan dengan kondisi ramai serta lokasi yang memudahkan Anda ketika meminta bantuan,” tambah Saskia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips sehat pelari
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top