Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Laporan Investigasi Asal Usul Corona WHO di China Hadapi Ketidakpastian

Awal tahun ini, World Health Organization (WHO) memulai penyelidikan asal usul virus corona di China. Akan tetapi, beredar rumor bahwa lembaga itu akan membatalkan laporan sementara dari hasil investigasi, di tengah meningkatkan ketegangan antara China dan Amerika Serikat.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 09 Maret 2021  |  11:48 WIB
Laporan Investigasi Asal Usul Corona WHO di China Hadapi Ketidakpastian
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO. - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Awal tahun ini, World Health Organization (WHO) memulai penyelidikan asal usul virus corona di China. Akan tetapi, beredar rumor bahwa lembaga itu akan membatalkan laporan sementara dari hasil investigasi, di tengah meningkatkan ketegangan antara China dan Amerika Serikat.

Penyelidikan yang dipimpin ilmuwan WHO itu menghabiskan sekitar empat minggu investigasi di China untuk mengetahui sumber awal virus corona yang menyebabkan pandemi. Setelah rampung, kegiatan itu mendapatkan kritik dari pemerintahan Amerika Serikat.

Gedung Putih telah menyuarakan keprihatinan mendalam atas laporan yang belum dirilis dan proses komunikasi publik tentang penyelidikan yang kurang baik. Kelompok ilmuwan internasional juga menyerukan dilakukannya penyelidikan baru yang lebih independen dan transparan.

Apa yang ada dalam laporan?

Upaya tersebut dilakukan oleh WHO dan ilmuwan internasional untuk menemukan asal mula virus Corona, dimulai dengan penularan pertama pada manusia yang tercatat pada Januari 2020 di wilayah Wuhan, China.

Peter Ben Embarek, pimpinan misi tersebut, pada pertengahan Januari lalu menyatakan upaya ini penting untuk memahami asal mula virus karena tiga alasan. Pertama, jika ditemukan sumbernya, ilmuwan dan ahli dapat mencegah reintroduksi virus yang sama di masa depan.

Kedua, jika berhasil mendapat pemahaman bagaimana virus itu melompat dari hewan asal ke manusia, maka dapat dilakukan upaya pencegahan kejadian serupa. Ketiga, penyelidikan ini berpotensi membuat dunia lebih baik untuk mengembangkan pengobatan dan vaksin yang efisien untuk penyakit tersebut.

Adapun, tim dari kunjungan ke Wuhan belum dapat menemukan hasil yang jelas tentang asal-usul virus corona bari ini. Bukti yang dikumpulkan paling tidak menghilangkan teori konspirasi bahwa virus dibuat dan dilepaskan dari laboratorium.

Sementara itu, laporan dari Wall Street Journal, dikutip Selasa (9/3/2021) menyebutkan bahwa seluruh investigasinya tidak dibatalkan, tetapi temuan laporan akan ditunda. Juru bicara WHO melalui email mengatakan laporan lengkap akan dirilis dalam beberapa minggu mendatang.

Upaya untuk memahami asal usul virus itu sendiri bukannya tanpa alasan. Seorang penyelidik yang tidak disebutkan namanya, sebelumnya mengatakan bahwa China menolak memberikan data mentah tentang kasus awal Covid-19 negara tersebut kepada tim ahli internasional yang datang.

Tim ahli tersebut telah meminta data pasien mentah pada 174 kasus fase awal yang terjadi di Wuhan dan juga kasus awal lainnya, tetapi pihak China hanya memberikan laporan kasus yang telah diringkas.

Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO mengatakan semua hipotesis tentang asal mula virus corona masih terbuka dan memerlukan analisis serta studi lanjutan. Hingga saat ini, tidak ada informasi apa pun tentang alasan keterlambatan publikasi temuan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who Covid-19 pandemi corona
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top