Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa (tengah) memperkenalkan Serda Aprilia Manganang via videotron di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes AD), Jakarta, Selasa (9/3/2021)./Antara
Health

Kasus Hipospadia Aprilia Manganang, Ini Penjelasan Medis Dokter

Mia Chitra Dinisari
Senin, 15 Maret 2021 - 08:01
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kasus medis unik dialami oleh mantan atlit bola voli nasional Aprilia Manganang.

Atlet berusia 28 tahun itu mengalami perubahan status dari seorang wanita menjadi seorang pria. Kondisi ini baru diketahui setelah dia berusia 28 tahun.

Sebelumnya, Aprilia tercatat sebagai pemain basket putri profesional dan sempat menjadi anggota tim nasional bola voli putri. Bahkan sempat bermain di Liga Thailand.

Pada berbagai kompetisi voli sebelumnya termasuk juga saat Sea Games 2015, tim voli lawan mempertanyakan jenis kelamin dari Aprilia. Karena memang secara fisik kondisi fisik Aprilia memang lebih dekat kepada seorang pria dari pada seorang wanita.

Pada akhirnya memang pada tanggal 9 Maret 2021, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI Jenderal Andika Perkasa menyatakan bahwa melalui serangkaian pemeriksaan Aprilia seorang pria, dia mengalami hipospadia berat dimana lubang kencingnya (uretra) tidak pada lokasi yang normal, tidak di ujung kemaluan tetapi di pangkal kemaluan. 

Ari Fahrial Syam Akademisi dan Praktisi klinis sekaligus Dekan FKUI mengatakan pasien dengan hipospodia berat ini biasanya bentuk alat kelamin pria menjadi tidak jelas. Hipospadia ini merupakan kelainan bawaan dan jarang terjadi. Kalau kita melihat jenis kelamin seseorang dewasa memang kita bisa lihat fenotipnya. 

Untuk wanita bisa dilihat genetalia luar dan genetalia dalam. Pada wanita jelas bentuk kelamin wanita dengan bentuk ada klitoris, bibir dalam, bibir luar dan selaput dara (himen), Selain itu bentuk payudara juga bisa terlihat dengan jelas bentuk seperti layaknya payudara wanita dewasa. 

Pada wanita normal tentu akan mengalami menstruasi setiap bulan. Pada wanita juga akan mempunyai alat kelamin dalam (genetalia interna) mulai dari vagina, mulut rahim (serviks), rahim, saluran telur (tuba falopii)  maupun indung telur (ovarium). Anatomi seperti ini rasanya pernah dipelajari saat belajar biologi di SMA yaitu topik sistim reproduksi manusia.

"Oleh karena itu ketika seseorang wanita sudah berumur 15 tahun dan tidak menstruasi mustinya ditelusuri lebih lanjut apa yang terjadi. Saya sebagai dokter penyakit dalam, ketika ada pasien wanita yang berobat pada usia produktif selalu menanyakan bagaimana menstruasinya. Karena kadang kala masalah menstruasi ini berhubungan dengan masalah penyakit dalam," ujarnya dalam keterangan tertulisnya.

Apabila ada pasien di atas 15 tahun tetapi belum pernah mengalami menstruasi maka akan saya rujuk ke dokter spesialis obstetri ginekologi. Dokter spesialis obstetri ginekologi tentu akan melakukan pemeriksaan awal dengan melihat langsung alat kelamin luar dan juga pemeriksaan alat kelamin dalam dengan pemeriksaan USG apakah ada Rahim atau indung telur. 

Untuk kepastian, dokter juga bisa mengirim pasien ke laboratorium untuk pemeriksaan kromosom mengenai apakah memang pasien tersebut mempunyai  kromosom XX untuk wanita, atau XY untuk pria. Pada pemeriksaan kromosom bisa juga ditemukan berbagai variasi kelainan.

Kasus Aprilia memang harus menjadi pengalaman berharga buat kita semua terutama untuk kalangan medis agar kondisi ini bisa terdeteksi dari awal.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro