Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Begini Cara Agar Anak Lebih Menghargai Makanan

Pemahaman mengenai limbah makanan ini juga harus diajarkan sejak dini kepada pada anak-anak. Untuk mengedukasi anak-anak agar lebih menghargai makanan dan memahami cara pengelolaan limbah makanan, IKEA Indonesia berkolaborasi dengan Kedutaan Besar Swedia dan Greeneration Foundation meluncurkan program Indonesian Children Care for the Environment (ICCFTE).
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 19 Maret 2021  |  13:41 WIB
Ilustrasi - Webmd
Ilustrasi - Webmd

Bisnis.com, JAKARTA – Permasalahan sampah makanan sudah menjadi isu global yang patut diperhatikan dalam beberapa tahun terakhir. Terlebih Indonesia telah menjadi negara penghasil limbah makanan terbesar kedua di dunia menurut Economist Intelligence Unit tahun 2018.

Pemahaman mengenai limbah makanan ini juga harus diajarkan sejak dini kepada pada anak-anak. Untuk mengedukasi anak-anak agar lebih menghargai makanan dan memahami cara pengelolaan limbah makanan, IKEA Indonesia berkolaborasi dengan Kedutaan Besar Swedia dan Greeneration Foundation meluncurkan program Indonesian Children Care for the Environment (ICCFTE).

Food Commercial Manager IKEA Indonesia, Ririh Dibyono mengatakan salah satu rangkaian dari program ini adalah peluncuran buku cerita anak-anak berjudul ‘BANA - Si Pisang Berjalan-Jalan’. Buku ini merupakan bentuk nyata dari inisiasi ICCFTE yang disampaikan melalui pendekatan yang menarik untuk anak-anak.

Buku ‘BANA - Si Pisang Berjalan-Jalan’ sendiri bercerita tentang karakter pisang bernama Bana yang ingin berguna bagi lingkungan sekitar. Buku ini menggambarkan kisah Bana dan teman-temannya selama perjalanan hidup sejak dipetik hingga dikonsumsi.

“Kami selalu percaya bahwa makanan terlalu berharga untuk dibuang. Hal ini yang menjadi semangat kami untuk terus mengedukasi publik tentang pentingnya menghargai setiap makanan dan mengurangi limbah makanan. Kami juga yakin pengetahuan ini harus diajarkan sejak dini,” ujarnya.

Ririh mengatakan bahwa pihaknya akan mengajak orang tua untuk mendidik anak-anak dan menanamkan kebiasaan baik untuk menghargai makanan melalui cara-cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Di dalam hirarki pengelolaan limbah tersebut, IKEA fokus pada upaya pencegahan dan daur ulang. Salah satunya dengan menggunakan teknologi waste watcher, sistem timbangan pintar yang dapat mengukur dan merekam limbah pangan yang dihasilkan setiap harinya.

Selanjutnya, IKEA akan menganalisa cara terbaik untuk mengurangi limbah yang dihasilkan berdasarkan laporan tersebut. Dengan menggunakan sistem penimbangan ini, IKEA Food berhasil mengurangi limbah makanan sebesar 31% atau setara dengan 15,000 makanan tahun 2019 hingga 2020.

Selain itu, IKEA Food bersama Waste4Change juga secara aktif mengelola limbah makanan yang dihasilkan dari dapur untuk menghindari limbah makanan berakhir di TPA dengan mengolah kembali menjadi sumber energi lain seperti kompos.

“Tahun ini, bersama dengan Kedutaan Besar Swedia dan Greeneration Foundation, kami berinisiasi untuk menjangkau anak-anak dalam edukasi limbah makanan dengan program ICCTFE,” tuturnya.

Head of Program Division Greeneration Foundation, Muhammad Fahrian Yovantra mengatakan edukasi mengenai kesadaran akan limbah makanan yang diberikan melalui ilustrasi yang menarik dan mudah dimengerti akan lebih disukai anak-anak.
“Melalui buku cerita anak ‘BANA - Si Pisang Berjalan-jalan’, kami yakin perilaku anak akan perlahan berubah, dan mereka akan lebih menghargai makanan yang mereka konsumsi,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ikea parenting
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top