Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tak Cukup 5M, Penerapan Prokes Harus Mencakup Barang dan Ruang di Masa Pandemi

Protokol kesehatan pada barang terkait peralatan, disinfeksi, manajemen limbah, sementara ruang fokus pada pengaturan udara, disinfeksi dan lainnya untuk menjaga lingkungan agar bersih dan sehat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Maret 2021  |  17:42 WIB
Fasilitas protokol kesehatan di loby hotel di Kota Bogor. ANTARA/Bisnis - dok hotel
Fasilitas protokol kesehatan di loby hotel di Kota Bogor. ANTARA/Bisnis - dok hotel

Bisnis.com, JAKARTA - Penerapan protokol kesehatan untuk melawan pandemi Covid-19 dinilai seharusnya juga mencakup barang dan ruang, tidak semata-mata hanya menyangkut orang. Hal ini disampaikan oleh Pakar kesehatan masyarakat dari Pengurus Pusat Ikatan Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra.

"Untuk orang terbiasa dengan istilah 5M, tetapi ruang dan barang memerlukan pendekatan yang sifatnya rekayasa teknologi menggunakan bahan atau zat yang cocok, aman tetapi tidak menimbulkan masalah kesehatan baru," ujar dia dalam konferensi pers daring bertema "Higienitas Di tengah Lingkungan Sekitar", Kamis (25/3/2021). 

Protokol kesehatan pada barang terkait peralatan, disinfeksi, manajemen limbah, sementara ruang fokus pada pengaturan udara, disinfeksi dan lainnya untuk menjaga lingkungan agar bersih dan sehat.

Dalam hal ini, desinfeksi menjadi penting. Potensi droplet (virus penyebab Covid-19) menempel pada dinding, kaca, kursi, proses desinfeksi menggunakan bahan aman, nyaman dan efektif untuk membersihkan partikel termasuk penyebab Covid-19.

Bentuk rekayasa lain misalnya pemanfaatan air purifier, penggunaan deterjen atau pembersih pakaian dan aksesoris seperti jam tangan, sepatu dan ponsel seiring potensi kuman menempel pada benda sudah dibuktikan.

"Di rumah tangga, perlu ada satgas Covid-19 untuk memberikan edukasi protokol kesehatan sekaligus mengawasi pelaksanaanya. Di sisi lain tata kelola barang dan ruangan disesuaikan bahan," kata Hermawan.

Menurut dia, Indonesia masih membutuhkan waktu mewujudkan kekebalan kelompok atau herd immunity mengingat baru sekitar 2,7 juta orang mendapatkan vaksin tahap kedua.

Namun, hal ini seharusnya tidak perlu menjadi sumber kekhwatiran apabila masyarakat terbiasa menerapkan protokol kesehatan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) antara lain melalui produk dan teknologi yang aman.

"Kita hidup membutuhkan kesadaran, kesabaran dan daya tahan. Kita sadar di sekitar kita ada penyakit menular seperti Covid-19 masih mengintai, tetapi juga kita sadar ada tidak adanya COVID-19, dengan adanya perilaku baru menggunakan teknologi dan produk aman, ini akan sangat membantu meningkat derajat kesehatan," demikian kata dia.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 pandemi corona Adaptasi Kebiasaan Baru

Sumber : Antara

Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top