Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengering Tangan atau Hand Dryer Berisiko Serbarkan Virus? Ini Penjelasan Ahli

Selama dunia dilanda pandemi Covid-19, banyak metode yang dilakukan guna mengurangi pontensi penyebaran virus. Salah satu yang dilakukan ialah mengganti aktivitas yang melibatkan sentuhan.
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 01 April 2021  |  10:47 WIB
Hand driyer.  - shopee
Hand driyer. - shopee

Bisnis.com, JAKARTA - Selama dunia dilanda pandemi Covid-19, banyak metode yang dilakukan guna mengurangi pontensi penyebaran virus. Salah satu yang dilakukan ialah mengganti aktivitas yang melibatkan sentuhan.

Saat ini banyak restoran sekarang menyediakan kode QR untuk melihat menu mereka di ponsel cerdas sebagai pengganti menu kertas tradisional. Selain itu, banyak toilet yang menyediakan pengering tangan atau hand dryer daripada tisu.

Namun, menurut studi, mesin tersebut lebih berpotensi mengkontaminasi tangan dengan virus. Melansir dari healthline, menurut hasil penelitian Pengendalian Infeksi & Epidemiologi Rumah Sakit, pengering tangan berkecepatan tinggi dapat meninggalkan lebih banyak virus di tangan daripada tisu kertas.

Hand Dryer dapat menyebarkan virus dan kuman ke pakaian, yang menyebabkan mudah berpindah ke permukaan lain.

Paul S. Pottinger, Dokter dan Direktur Klinik Penyakit Menular & Pengobatan Tropis di University of Washington Medical Center-Montlake, menjelaskan tujuan penelitian yang dilakukan para ahli kesehatan itu guna memahami apakah metode pengeringan tangan yang berbeda dapat mempengaruhi penyebaran kuman di lingkungan rumah sakit.

“Untuk memahami itu, para peneliti mensimulasikan tangan yang terkontaminasi dengan menggunakan tangan telanjang atau bersarung, dengan virus yang tidak berbahaya. Kemudian meminta peserta untuk mengeringkan tangan mereka, baik menggunakan tisu atau menggunakan pengering tangan,” kata Pottinger.

Mereka kemudian mendeteksi jumlah virus yang dipindahkan ke berbagai permukaan di sekitar rumah sakit. Ketika para peneliti membandingkan dua metode pengeringan, mereka menemukan bahwa orang yang mengeringkan tangan menggunakan hand dryer telah menyebarkan lebih banyak virus.

Hal tersebut bertolak belakang dengan Robert Smith, PhD, asisten profesor di departemen ilmu biologi di Nova Southeastern University Halmos College of Natural Sciences and Oceanography.

Menurut Smith ada beberapa masalah dengan penelitian tersebut, sehingga tidak akurat.

“Jumlah virus yang mereka pakai jauh di atas apa yang biasanya diharapkan untuk ditemui di lingkungan normal. Oleh karena itu, penelitian tersebut kemungkinan besar melebih-lebihkan berapa banyak virus yang ditransfer ke permukaan dan tertinggal di tangan seseorang, "kata Smith.

Dia menunjukkan bahwa penelitian tersebut tidak mengontrol prosedur cuci tangan. Artinya, para peneliti tidak menjelaskan bagaimana peserta harus mencuci tangan mereka, apakah mereka melakukan cuci tangan dengan cara yang benar atau tidak. Kemudian peneliti tersebut juga tidak memastikan bahwa semua orang mengikuti prosedur yang sama.

“Cuci tangan telah terbukti menjadi satu-satunya cara paling efektif untuk mengurangi penularan dan penyebaran mikroba, jadi ini penting untuk diatur dalam penelitian ini,” katanya.

Smith menambahkan bahwa peserta penelitian harusnya tahu apakah mereka tertular virus yang tidak berbahaya atau tidak. Kemudian ukuran sampel sangat kecil untuk penelitian seperti penting seperti ini. Untuk mengajak perubahan dalam cara berpikir tentang mencuci tangan, penelitian harus berskala besar dan direncanakan dengan lebih baik,

Meskipun penelitian khusus tersebut mungkin tidak sepenuhnya berlaku untuk situasi dunia nyata, namun penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa pengering tangan dapat meniupkan sejumlah besar spora dari udara kamar mandi langsung ke tangan.

Pada dasarnya, pengering udara mungkin membasahi tangan dengan bakteri dalam dosis besar, termasuk beberapa yang biasanya ditemukan dalam tinja.

Di seluruh dunia selama pandemi diimbau untuk hindari pengering tangan di toilet umum sebagai tindakan pencegahan ekstra. Akan tetapi, perlu dicatat bahwa penelitian belum menemukan hubungan langsung antara penggunaan hand dryer yang tertular virus Covid-19.

Lantas, bagaimana cara terbaik untuk mencuci dan mengeringkan tangan ? Pottinger menyatakan bila yang terpenting saat ini adalah mencuci tangan dengan hati-hati menggunakan sabun dan air minimal 30 detik.

Cara untuk mengeringkan tangan relatif kurang penting. Akan tetapi, seperti yang ditunjukkan oleh penelitian sebelumnya, mungkin ada keuntungan dalam memilih tisu daripada pengering tangan listrik.

“Dalam kedua kasus tersebut, yang paling penting adalah memastikan bahwa mencegah tangan yang baru dibersihkan agar tidak bersentuhan dengan permukaan yang terkontaminasi, termasuk kotak tisu atau pengering tangan,” jelasnya.

Pottinger mengatakan dia secara pribadi memilih tisu tidak hanya untuk alasan yang ditunjukkan dalam penelitian, tetapi karena memungkinkannya untuk memegang gagang pintu kamar kecil dengan tisu yang menutupi tangan untuk menghindari kontaminasi.

Smith setuju bahwa mencuci tangan dengan benar adalah bagian terpenting dari proses tersebut. "Tidak masalah dengan apa Anda mengeringkan tangan jika ada bakteri dan virus di sekujur tubuh karena Anda tidak mencuci tangan dengan baik sejak awal," katanya.

Smith menambahkan bahwa pilihan terbaik kedua untuk mencuci tangan adalah menggunakan pembersih tangan dengan setidaknya 60 persen alkohol. Namun metode tidak membunuh mikroba seefektif sabun, air, dan teknik mencuci tangan yang benar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

toilet umum tisu
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top