Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Google Perbaharui Kebijakan Iklan Youtube Terkait Ujaran Kebencian

Raksasa teknologi Google menyatakan pihaknya telah memberlakukan pemblokiran beberapa kebijakan terkait dengan ujaran kebencian agar tidak digunakan sebagai kata kunci iklan dalam seluruh video di platform YouTube.
Laurensia Felise
Laurensia Felise - Bisnis.com 10 April 2021  |  15:52 WIB
Logo youtube.  - Akbar Evandio
Logo youtube. - Akbar Evandio

Bisnis.com, JAKARTA – Raksasa teknologi Google menyatakan pihaknya telah memberlakukan pemblokiran beberapa kebijakan terkait dengan ujaran kebencian agar tidak digunakan sebagai kata kunci iklan dalam seluruh video di platform Youtube.

Dikutip dari The Verge, Sabtu (10/04/2021), kebijakan ini muncul setelah beredar laporan dari media independen The Markup yang menemukan bahwa sejumlah pengiklan bisa mencari di platform tersebut dengan beberapa kata kunci seperti “white lives matter” dan “white power” ketika menentukan tempat memasang iklan di Youtube.

“Google menawarkan para pengiklan ratusan juta pilihan untuk video dan channel Youtube yang terkait dengan supremasi warga kulit putih dan ujaran kebencian lain ketika kami memulai investigasi ini, termasuk 'all lives matter' yang sering digunakan sebagai bentuk pengabaian terhadap 'black lives matter' dan 'white lives matter' yang dideskripsikan sebagai kelompok neo-Nazi dan respons rasis terhadap gerakan masyarakat black lives matter,” tulisnya.

Laporan yang sama juga mengungkapkan Google memblokir pengiklan untuk menggunakan kata kunci seperti 'black lives matter' untuk mencari channel dan video yang akan diputar.

Google merespons laporan ini dengan menyebutkan bahwa pihaknya sebenarnya sudah memblokir lebih banyak kata kunci terkait rasisme dan keadilan sosial termasuk 'black excellence' dan 'hak masyarakat.' Ia juga menanggapi isu ini secara serius serta mengutuk segala upaya seperti ini.

“Kami menyadari betul bahwa ujaran yang telah diidentifikasi sebagai penghinaan dan berbahaya dan seharusnya tidak bisa dicari. Tim kami telah menanggapi isu tersebut dan memblokir berbagai kata kunci yang melanggar kebijakan penindakan kami. Kami akan tetap waspada untuk hal ini,” tutur juru bicara Google.

Ia juga menambahkan bahwa YouTube telah membuat beberapa lapis perlindungan dengan tujuan mencegah adanya iklan yang menyinggung atau berbahaya yang tampil dalam platformnya serta melakukan pencabutan video ujaran kebencian secara rutin.

Pihaknya mengatakan telah memblokir atau mencabut lebih dari 867 juta iklan yang mencoba menghindari sistem deteksi ini. Kini, tercatat setidaknya lebih dari 3 miliar iklan yang dianggap melanggar kebijakan telah dihapus. Meski begitu, ia tidak mengungkapkan bagaimana cara kerja dari upaya penindakan ini.

Youtube telah memerangi ujaran kebencian dalam platformnya selama beberapa tahun dan menghasilkan berbagai dampak. Pada 2019, pihaknya telah memblokir konten supremasi kulit putih dan menyatakan akan membatasi berbagai channel sejenis dari upaya monetisasi video yang melanggar kebijakan ujaran kebenciannya serta mencegah mereka unutk membuat iklan.

Dalam tulisan blog yang diunggah CEO Youtube Susan Wojcicki, ia menyatakan kebijakan ujaran kebencian dalam perusahaannya secara spesifik melarang video yang menyebut suatu kelompok lebih superior berdasarkan kualitas seperti ras, jenis kelamin, agama, atau orientasi seksual apapun yang membenarkan diskriminasi, pengelompokkan, dan eksklusivitas.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

google rasisme youtube
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top