Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Profesor Oxford: Covid-19 Masih Ada Beberapa Tahun ke Depan, Tapi..

Profesor penyakit menular Oxford meyakini vaksin yang dikembangkan pun menjadi sangat adaptif sehingga para ilmuwan dapat merespons dengan cepat mutasi Covid-19.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 29 April 2021  |  20:59 WIB
Varian virus corona B117 - istimewa
Varian virus corona B117 - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Profesor penyakit menular Oxford University Clinical Research Unit (OUCRU) Jeremy Day meyakini virus Corona atau Covid-19 masih akan ada dalam beberapa tahun ke depan.

Namun, Jeremy meyakini efek virus ini akan semakin ringan, seperti influeanza. Pada saat itu, jelas dia, vaksin Covid-19 akan diberikan setehun sekali dengan berfokus pada kaum yang rentan.

Dia meyakini vaksin yang dikembangkan pun menjadi sangat adaptif sehingga para ilmuwan dapat merespons dengan cepat terhadap masalah mutasi virus Corona.

"Saya rasa banyak orang sepakat bahwa Covid-19 masih akan ada hingga beberapa tahun, tetapi kita akan beranjak ke tahap yang lebih ringan seperti influenza yang vaksinnya bisa dilakukan selama 1 tahun sekali dan yang membutuhkan vaksin semakin sedikit, mungkin hanya kelompok yang lebih rentan," katanya dalam webinar Covid-19 vaccines yang diselenggatakan oleh Kedutaan Besar Inggris di Vietnam pada Kamis (29/4/2021).

Jeremy mengatakan bahwa mutasi Covid-19 adalah hal yang normal. Masyarakat pun dinilai tidak perlu takut bahwa vaksinasi Covid-19 yang sekarang berlangsung menjadi sia-sia.

Menurutnya, orang-orang tidak perlu panik karena industri bioteknologi sudah siap dalam menghadapi mutasi Covid-19 yang terjadi saat ini.  Unicef dan WHO, kata Jeremy, juga telah mempersiapkannya.

"Saya rasa harusnya ini tidak direspons panik, melainkan akan kita monitor [perkembangannya]."

Dia mengatakan mutasi seolah terdengar mengerikan, tetapi sebenarnya mutasi berarti bagaimana hidup berfungsi karena di situlah revolusi terjadi. Begitu pula mutasi yang terjadi pada SARS-CoV-2.

"Apa artinya? Artinya bisa jadi sangat sedikit perubahan yang dimiliki virus tersebut, atau terkadang bisa berarti membuat vaksin kurang efektif lagi atau terkadang berarti virusnya yang tidak lagi efektif dalam menginfeksi seseorang," terangnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top