Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vaksin AstraZeneca vs Sinovac, Mana yang Lebih Baik?

Perbandingan efek samping vaksin Sinovac dan Astrazeneca telah menjadi perbincangan hangat di Indonesia.
Yuliana Hema
Yuliana Hema - Bisnis.com 31 Mei 2021  |  15:59 WIB
Vaksin Astrazeneca dan Sinovac telah disuntik ke masyarakat untuk menuntaskan pandemi virus corona - Antara/Reuters
Vaksin Astrazeneca dan Sinovac telah disuntik ke masyarakat untuk menuntaskan pandemi virus corona - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Jenis vaksin yang digunakan untuk melawan virus corona atau Covid-19 kian beragam. Indonesia juga telah mendatangkan vaksin AstraZeneca dan Sinovac. 

Vaksin AstraZeneca menjadi populer lantaran efek samping pembekuan darah yang menghantui masyarakat. Sedangkan vaksin Sinovac merupakan vaksin yang pertama kali datang ke Indonesia, dengan efek samping yang tidak serius.

Kedua jenis vaksin virus corona ini diberikan oleh pemerintah dalam program vaksin gratis. Lalu, di antara AstraZeneca dan Sinovac manakah yang lebih unggul? 

Asal Usul

Merangkum dari The New York Times, vaksin AstraZeneca merupakan hasil pengembangan dari Universitas Oxford dengan perusahan Inggris-Swedia, AstraZeneca. Vaksin ini dikenal juga sebagai ChAdOx1 nCoV-19 atau AZD1222. 

Sementara, Vaksin CoronaVac atau lebih akrab disebut Sinovac merupakan vaksin hasil pengembanagan perusahaan swasta asal China yakni Sinovac. 

Jenis Vaksin 

Vaksin AstraZeneca dan Sinovac sama-sama menggunakan cara yang terbilang tradisional dibandingkan dengan vaksin Pfizer dan Moderna. 

Dimana partikel virus atau materi genetik digabungkan dengan materi lain untuk memasukkan potongan-potongan kecil virus yang tidak berbahaya ke dalam tubuh Anda. Dengan begitu sistem tubuh Anda dapat menggunakan informasi tersebut untuk merancang pertahanan diri. 

Vaksin AstraZeneca mengandalkan adenovirus simpanse untuk membawa protein lonjakan dari virus corona ke dalam tubuh Anda untuk menciptakan respons imun. Adenovirus simpanse merupakan virus yang efisien dalam membantu peningkatan respon imun. 

Sementara, melansir dari Healthline, vaksin Sinovac tidak mengandalkan adenovirus  melainkan menggunakan partikel virus SARS-CoV-2 yang tidak aktif yang menyebabkan Covid-19.

Efektivitas

Mengutip dari MedicalNewsToday, berdasarkan hasil data uji coba fase 3, vaksin AstraZeneca memiliki tingkat kemanjuran 76 persen setelah kedua dosis diberikan. 

Untuk tingkat efektivitas vaksin Sinovac, dari hasil uji klinis di Brasil tercatat efikasinya mencapai 78 persen, sedangkan di Turki 91,25 persen.

Meski begitu perbedaan efikasi tidak bisa sama pada setiap negara karena dari populasi, kondisi, dan beberapa indikator lain di tiap negara berbeda-beda.

Efek Samping

Efek samping pada masing-masing umumnya serupa, seperti nyeri ditempat suntikan. Merangkum dari Healthline, efek vaksin Sinovac menimbulkan nyeri, kelelahan diare, dan kelemahan otot. 

Sedangkan efek samping vaksin AstraZeneca lebih menarik perhatian lantaran beberapa kasus ditemukan efek pembekuan darah. Tetapi efek samping vaksin AstraZeneca secara umum berupa nyeri, kelelahan, sakit kepala, hingga demam.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Virus Corona Covid-19 Sinovac AstraZeneca
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top