Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cara Sembuhkan Anosmia Setelah Sembuh dari Covid-19

Keluhan yang paling sering dialami para pasien yang pulih dari Covid adalah kehilangan indera perasa, namun masih dapat mencium bau. Penciuman pasien ini juga hanya berlaku pada beberapa aroma, sehingga para pasien mengetahui bahwa indra penciumannya belum berfungsi dengan baik.
 Jessica Gabriela Soehandoko
Jessica Gabriela Soehandoko - Bisnis.com 07 Juni 2021  |  13:54 WIB
Anosmia
Anosmia

Bisnis.com, JAKARTA - Terdapat beberapa cara yang tersebar di media sosial, terutama untuk kamu yang tidak bisa mencium bau, atau mencicipi rasa pada makanan, terutama setelah sembuh dari Covid-19.

Cara pertama yang dapat kita ketahui apakah kita tertular Covid-19 atau tidak, yakni melalui apakah kita kehilangan kemampuan dalam penciuman dan dalam merasakan rasa ketika mencicipi makanan yang dikenal dengan anosmia.

Keadaan ini sebenarnya bisa berlangsung tidak lama, namun akan cukup mengkhawatirkan. Dilansir dari thehealthnexus, Dr. David Rosen seorang ahli THT di Jefferson Health, menjelaskan dan memberikan informasi untuk mengembalikan indera penciuman dan pengecap setelah pulih dari Covid-19.

Hilangnya rasa dan bau, sebenarnya bukanlah hal yang baru, terutama ketika mengalami pilek ataupun gejala hidung. Namun, Covid-19 adalah jenis virus pernapasan yang memiliki akses cukup cepat ke sistem saraf, yakni naik ke hidung dan menempel pada saraf penciuman yang berada di atas hidung, Akibatnya, terjadi hambatan dalam memberikan informasi sensorik mengenai penciuman kepada otak.

Keluhan yang paling sering dialami para pasien yang pulih dari Covid adalah kehilangan indera perasa, namun masih dapat mencium bau. Penciuman pasien ini juga hanya berlaku pada beberapa aroma, sehingga para pasien mengetahui bahwa indra penciumannya belum berfungsi dengan baik.

Kebanyakan orang yang mengalami kehilangan penciuman, juga cenderung menyebabkan hilangnya indera perasa. Hal ini seperti ketika lidah kita mampu untuk mengenal rasa manis, asam, pahit, dan gurih namun ketika memakan ceri atau anggur, rasanya tetap saja manis, namun tidak bisa membedakan apakah itu buah ceri ataupun anggur. Perlu adanya kemampuan penciuman, untuk mengetahui perbedaan dari kedua buah tersebut.


Terdapat beberapa video yang tersebar di media sosial mengenai cara untuk mengembalikan rasa dan bau, terutama setelah pulih dari COVID-19. Salah satu contohnya adalah mengigit bawang seperti apel. Walaupun tampaknya seperti kurang masuk akal, namun bisa saja cara ini bisa berhasil.

Untuk mengatasinya, maka tidak ada salahnya untuk mencoba melakukan berbagai percobaan yang dapat membantu mengembalikan indera penciuman dan perasa kembali. Hal ini bisa kita lakukan di rumah.

Pertama, perlu untuk kamu ketahui bahwa suplemen vitamin A, asam alfa lipoat, semprotan hidung steroid yang terjual bebas dapat membantu kamu untuk mengembalikan penciuman.

Kedua, Dr. Ronsen merekomendasikan untuk mencoba mencium berbagai barang yang ada di rumah dan kemudian secara perlahan-lahan dapat menguasai bau yang baru. Kamu dapat mencoba untuk mencium parfum, aroma kopi, jeruk, ataupun jenis minyak esensial, lau kemudian perlahan untuk mencoba mencium bau lainnya. Berdasarkan data, hal ini dapat membantu untuk mempercepat pemulihan pasien.

Ketiga, ketahui bahwa waktu pemulihan setiap pasien berbeda-beda. Ada yang dapat sembuh hanya dalam waktu hitungan hari, ataupun berbulan-bulan. Dr. Ronsen juga menambahkan bahwa efek samping setelah kehilangan penciuman dikarenakan Covid yakni parosmia, atau ketika mendapatkan indra penciumannya kembali, dapat berbau sangat buruk.

Namun, jika mulai dapat mengidentifikasi penciuman, maka hal ini adalah tanda pemulihan yang baik, yakni sebagai tanda adanya regenerasi saraf yang sedang terjadi. Hal yang perlu kamu catat yakni ketika tidak bisa mencium bau gas. Masalah lain yang cukup sulit adalah cenderung merasakan tekstur, bukanlah rasa dari makan. Hal ini dapat berdampak pada penurunan berat badan.

Sebelumnya banyak dari pasien COVID-19 yang telah diberikan resep steroid oral untuk membantu permasalahan ini. Namun, jika masih belum pulih dalam enam bulan, pasien dapat memenuhi syarat untuk studi plasma kaya trombosit, untuk memicu sel regeneratif.

Tidak perlu khawatir terutama jika mengalami kehilangan indra penciuman dikarenakan covid-19. Namun jika berlangsung selama berbulan-bulan, perlu untuk berkonsultasi dengan dokter, yakni untuk memastikan tidak ada penyebab lain dari hilangnya bau. Semakin cepat penanganan yang dapat dilakukan, maka tentunya akan lebih baik.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 anosmia
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top