Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

4 Penyebab Jerawat Meninggalkan Bekas ‘Bopeng’ di Wajah Anda

Beberapa kondisi yang dapat memicu jerawat antara lain produksi minyak berlebih, sumbatan pada folikel rambut, adanya bakteri Propionibacterium acnes yang berkembang, faktor genetik, stres, hingga hormon
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 08 Juni 2021  |  18:07 WIB
Ilustrasi - Esteticausine
Ilustrasi - Esteticausine

Bisnis.com, JAKARTA – Jerawat (acne) adalah gangguan pada kulit yang berhubungan dengan produksi minyak (sebum) berlebih yang ditandai dengan adanya komedo, pustule, papula, nodul dan kista.

Beberapa kondisi yang dapat memicu jerawat antara lain produksi minyak berlebih, sumbatan pada folikel rambut, adanya bakteri Propionibacterium acnes yang berkembang, faktor genetik, stres, hingga hormon. Tidak hanya di wajah, jerawat juga dapat muncul di bagian tubuh dengan kelenjar minyak terbanyak, yaitu di leher, bagian atas dada dan punggung.
 
Jerawat paling umum terjadi pada remaja dan dewasa muda. Selain kemunculannya menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman, jerawat juga kerap kali mengganggu penampilan. Tidak heran banyak orang menggunakan beragam cara untuk menghilangkan jerawat. Mulai dari menggunakan bahan-bahan alami, membeli produk yang dijual di pasaran, hingga pergi ke tempat perawatan jerawat.
 
Terkadang, jerawat dapat meninggalkan noda hitam bahkan bopeng. Bopeng pada wajah tentu membuat Anda semakin tidak percaya diri. dr. Listya Paramita, Sp.KK membagikan beberapa alasan yang menyebabkan jerawat meninggalkan bopeng di wajah Anda.
 
1. Genetik

“Coba cek, dalam keluarga ada yang mengalami hal yang sama atau tidak? Jika ada, berarti ada genetik yang berperan” tulisnya pada akun Instagram pribadinya @drmita.spkk.
 
Memang ada jenis kulit yang tidak tahan dengan gempuran jerawat, sehingga akan meninggalkan bekas bopeng pada wajah Anda. Karena bersifat genetik, sebaiknya tidak Anda perparah dengan faktor lain yang bisa dihindari.
 
2. Kekronisan Jerawat

Jerawat yang terjadi dalam waktu lama, terutama ketika reaksi radang berlebihan, dan terjadi berulang-ulang akan meningkatkan risiko terjadinya bopeng. Semakin kronis jerawatnya, semakin buruk pula bopeng yang dapat terjadi.
 
3. Kecepatan dan Ketepatan Terapi

Terlambat dalam mengobati jerawat akan berpengaruh dalam kemunculan bopeng.
 
“Mengobati sesegera mungkin adalah kunci, tentu saja dengan pengobatan yang benar dan tepat ya” kata dokter yang akrab disapa Mita ini.
 
Jika jerawat tidak kunjung membaik bahkan hingga 2-3 bulan, dr Mita menyarankan untuk segera memeriksakannya ke dokter.
 
4.  Hobi Memanipulasi Jerawat

Jerawat yang sering dipegang-pegang, dipencet, dicungkil atau ditusuk, mulailah untuk menghentikan kebiasaan ini. Hal ini membuat jerawat Anda semakin tidak karuan dan berpotensi menimbulkan bopeng di kemudian hari.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wajah jerawat
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top