Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

7 Tips Kelola Stres saat Kasus Covid-19 Meningkat

Psikiater Eva Ritmo dan Psikolog Emma Seppala memberikan 7 tips untuk mengurangi stres dan mengelola kecemasan berlebihan atau anxiety selama masa pandemi Covid-19. 
Anissa Putri
Anissa Putri - Bisnis.com 04 Agustus 2021  |  15:57 WIB
Ilustrasi stres akibat work from home (WFH) - Freepik
Ilustrasi stres akibat work from home (WFH) - Freepik

Bisnis.com, JAKARTA – Meningkatnya kasus Covid-19 setiap harinya dapat memberikan dampak yang buruk bagi sebagian orang, terutama bagi orang yang mengidap stres atau gangguan kecemasan berlebih (anxiety).

Psikiater Eva Ritmo menyebutkan banyak orang yang merasakan stres atau kegelisahan terkait Covid-19 selama pemerintah menerapkan karantina wilayah. Namun, hadirnya kecemasan pada setiap orang tidak pernah salah tempat.

"Anda tidak ingin memiliki terlalu banyak kecemasan sehingga Anda tidak melakukan apa-apa, tetapi Anda juga tidak ingin memiliki terlalu sedikit kecemasan. Kita harus ingat kecemasan adalah teman kita dan itu mengingatkan kita akan bahaya." Ucapnya, dilansir dari Insider, Rabu (4/8/2021).

Selain itu, Psikolog Emma Seppala dari Pusat Penelitian dan Pendidikan di Universitas Stanford mengatakan ada cara untuk mengelola kecemasan sehingga Anda dapat membuat keputusan yang tepat dan menjalani kehidupan yang memuaskan di tengah ketidakpastian.

Psikiater Eva Ritmo dan Psikolog Emma Seppala memberikan 7 tips untuk mengurangi stres dan mengelola kecemasan berlebihan atau anxiety selama masa pandemi Covid-19. 

1. Atur asupan berita Anda
Tetapkan batasan untuk asupan berita yang ada terima setiap hari. Ketika merasakan stres dan cemas, Anda akan melihat segala sesuatu melalui lensa ketakutan. Hal tersebut membuat Anda akan lebih rentan menanggapi sebuah berita dengan rasa ketakutan yang dominan.

Anda tidak perlu mengetahui berita tentang angka kasus Covid-19 beberapa kali sehari dan bahkan mungkin tidak membutuhkannya beberapa kali seminggu. Anda hanya membutuhkan berita saat membuat rencana untuk melihat arah mana yang sedang tren dan mana yang aman untuk Anda lakukan.

2. Cobalah bermeditasi
Cara termudah untuk bermeditasi di pagi hari menggunakan sebuah aplikasi yaitu mode pesawat yang membuat seseorang tidak terganggu dengan notifikasi. Studi telah menunjukkan bahwa meditasi dapat memiliki dampak baik dalam pengurangan kecemasan. Yoga, olahraga, atau menghabiskan waktu di alam dapat membantu mengurangi rasa cemas yang Anda rasakan.

3. Jangan memaksakan diri 
Sangat menggoda untuk menyerah pada tekanan dari teman Anda untuk makan di dalam ruangan atau menghadiri pesta, tetapi Anda tidak akan bersenang-senang jika Anda merasa tidak aman. Dalam banyak kasus, insting tersebut bukanlah reaksi yang berlebihan.

Setiap orang memiliki kesempatan untuk memutuskan sendiri apa yang ingin mereka lakukan dan di mana mereka ingin menarik diri. Jika seseorang mendorong Anda melewati garis batas yang telah Anda buat, maka orang tersebut tidak menghormati pilihan Anda.

4. Ingatlah untuk bernapas saat panik
Stres mengaktifkan sistem saraf simpatik yang mengingatkan Anda akan bahaya, sehingga Anda mungkin merasakan detak jantung yang meningkat atau mulai bernapas lebih cepat. Coba lakukan latihan pernapasan untuk melawan stres agar dapat mengaktifkan sistem saraf parasimpatis atau respons istirahat.

Pastikan untuk memperhatikan pernapasan Anda, mengambil napas sangat lambat, menahan di atas, dan kemudian menghembuskan lebih lama lagi. Jika Anda memiliki lebih banyak waktu, coba lakukan serangkaian latihan pernapasan yang dapat mengurangi kecemasan dan stres.

5. Makan atau nikmati camilan 
Berbagi makanan dengan seseorang atau menikmati camilan dapat mengaktifkan respons istirahat jika dilakukan dengan penuh kesadaran. Makan adalah sesuatu yang seharusnya kita lakukan untuk membantu diri kita sendiri rileks. Itulah mengapa kita seharusnya makan bersama dengan teman-teman atau dengan keluarga agar menghasilkan suasana yang gembira.

6. Lakukan sesuatu yang baik untuk orang lain
Baik itu mengantar bunga untuk tetangga yang sudah lanjut usia atau mengirim hadiah kecil kepada teman yang merasa sedih, melakukan sesuatu hal yang baik sangat bermanfaat untuk kesehatan mental seseorang. Penelitian telah menunjukkan bahwa seseorang memperoleh kepuasan dari membantu orang lain, yang pada gilirannya dapat membawa mereka ke kehidupan yang lebih bahagia dan lebih sehat.

7. Pikirkan tentang apa yang Anda syukuri
Cobalah fokus pada salah satu hal yang pernah dilakukan dalam hidup Anda dan syukuri hal tersebut untuk mengalihkan perhatian dari pikiran negatif. Penelitian terus menunjukkan bahwa rasa syukur dapat meningkatkan hasil kesehatan mental.

Selain itu, mengungkapkan rasa terima kasih adalah sesuatu yang dapat Anda kendalikan. Hidup tidak dapat diprediksi. Peristiwa pandemi saat ini tidak dapat diprediksi oleh seluruh orang, satu-satunya hal yang dapat Anda jaga adalah keadaan pikiran Anda sendiri.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips sehat stres Covid-19
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top