Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Apa Itu Fraktur Stres? Kenali Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Istilah fraktur stres mengacu pada retakan yang sangat kecil pada tulang. Itu dapat terjadi akibat trauma berulang dan umumnya ditemukan di tulang kering, kaki, tumit, pinggul, dan punggung bawah
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 16 Agustus 2021  |  15:44 WIB
Nyeri lutut - Istimewa
Nyeri lutut - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA— Pandemi telah membuat orang sadar tentang tetap aktif untuk kesehatan, kebugaran dan kekebalan tubuh.

Namun di tengahnya pembatasan aktifitas yang ada, ruang untuk tetap aktif juga terbatas. Akibatnya, banyak yang salah kaprah dengan konsep untuk tetap aktif dan membuat fraktur stres meningkat.

Dokter di India telah melihat peningkatan signifikan dalam jumlah orang yang mengalami fraktur stres.

Dilansir dari indiaexpress, Senin (16/7/2021) Konsultan Senior Ortopedi dan Kepala Layanan Kaki dan Pergelangan Kaki, Pusat Cedera Tulang Belakang India, New Delhi, Dr Maninder Shah Singh, mengatakan sebelum pandemi biasanya mendapatkan 15-18 kasus fraktur stres dalam setahun. Namun, kasus tahun ini meningkat dua kali lipat.

“Kami telah menerima lebih dari 30 kasus sejauh ini yang merupakan peningkatan signifikan. Sebagian besar pasien termasuk dalam kelompok usia 30-40 tahun, diikuti oleh 40-50 tahun,” katanya.

Dia juga menambahkan, sebagian besar dari orang-orang tersebut tidak pernah melakukan latihan keras seperti lari, olahraga, atau lompat.

Namun, dengan maraknya diskusi seputar kesehatan, kekebalan dan kebugaran di tengah pandemi membuat orang-orang memilih untuk aktif. Dan itu merupakan kejutan bagi tubuh yang tidak terbiasa karena sudah lama tidak dikondisikan untuk kegiatan seperti itu.

“Kami telah menyarankan mereka RICE (Rest; Ice; Compression and Elevation) sebagai pertolongan pertama. Dan itu benar-benar menghentikan. Tidak satu pun dari mereka yang memerlukan operasi,” katanya.

Istilah fraktur stres mengacu pada retakan yang sangat kecil pada tulang. Itu dapat terjadi akibat trauma berulang dan umumnya ditemukan di tulang kering, kaki, tumit, pinggul, dan punggung bawah. Gejala yang umum terjadi adalah nyeri.

Nyeri tersebut akan berkurang selama istirahat, tetapi bisa meningkat selama aktivitas normal sehari-hari. Misalnya pembengkakan di bagian atas kaki atau di bagian luar pergelangan kaki. Lalu, pada sebagian orang juga bisa terlihat memar.

“Melompat-lompat berulang kali, berlari jarak jauh, atau memakai alas kaki yang salah atau usang dapat menyebabkan fraktur stres. Jika dibiarkan tanpa pengawasan, rasa sakit seperti itu di lokasi fraktur stres dan di sekitarnya dapat meningkat. Itu akan meningkatkan risiko menderita patah tulang total pada tulang yang terkena, ” papar Dr Maninder.

Dia menambahkan bahwa fraktur stres adalah cedera yang paling sering terlihat pada atlet dan rekrutan militer. Fraktur seperti itu lebih sering terjadi pada ekstremitas bawah daripada ekstremitas atas. Cedera ini harus diperiksa untuk mereka yang datang dengan rasa sakit setelah peningkatan aktivitas terakhir dengan istirahat terbatas.

Cedera ini dimulai dengan stres berulang dan berlebihan pada tulang yang dapat mengakibatkan percepatan remodeling tulang normal, produksi fraktur mikro atau disebabkan oleh tidak cukupnya waktu untuk tulang untuk memperbaiki, penciptaan cedera stres tulang dan akhirnya fraktur stres.

Pasien disarankan RICE (Istirahat, Es, Kompresi, dan Ketinggian) sebagai pertolongan pertama dan berhenti total setiap jalan pagi atau lari selama sekitar enam minggu.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tulang stres
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top