Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kafein Meningkatkan Rasa Nyeri Dada Bagi Perempuan

Perempuan yang belum mengalami menopause, payudara fibrokistik dapat menyebabkan rasa sakit karena kafein.
Dinda Aulia Ramadhanty
Dinda Aulia Ramadhanty - Bisnis.com 08 November 2021  |  23:26 WIB
Ilustrasi seorang barista menunjukkan kopi buatannya - Freepik.com
Ilustrasi seorang barista menunjukkan kopi buatannya - Freepik.com

Bisnis.com, JAKARTA - Seorang Kepala Operasi Payudara di Miami Cancer Institute, Jane Emilie Mendez mengatakan bahwa kafein dapat menjadi masalah dalam beberapa kasus. 

Misalnya, sejumlah kecil kadar kafein yang ditemukan dalam cokelat dapat meningkatkan nyeri payudara pada wanita pramenopause yang memiliki payudara fibrokistik.

Payudara fibrokistik adalah kondisi jinak di mana jaringan payudara padat dan kental. Pada orang dengan kondisi yang belum mengalami menopause, payudara fibrokistik dapat menyebabkan rasa sakit yang mungkin atau tidak terkait dengan siklus menstruasi. 

Kemudian, seiring bertambahnya usia, jaringan payudara yang lebih padat berubah menjadi jaringan lemak yang lebih lembut, dan nyeri payudara juga berkurang. 

Melansir pada very well health, Senin (8/11/2021), sebuah studi terbaru milik University of Buffalo menyimpulkan bahwa wanita pascamenopause yang mengonsumsi minuman berkafein seperti kopi dan teh tidak memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara karena konsumsi kafein tersebut. 

Pada studi yang diterbitkan dalam International Journal of Cancer, para peneliti mengevaluasi data setidaknya hampir sebanyak 80 ribu wanita yang terlibat dalam bagian Studi Observasi Inisiatif Kesehatan Wanita. 

Studi tersebut merupakan sebuah studi berskala nasional yang berlangsung dengan melakukan metode survey terhadap 161 ribu wanita antara tahun 1992 dan 2005. University of Buffalo merupakan salah satu dari 40 lokasi penelitian yang terlibat dalam penelitian tersebut. 

"Data ini kuat dan memberikan bukti kuat untuk menunjukkan tidak ada hubungan antara konsumsi kafein dan kanker payudara," tutur seorang PhD, Lina Mu. 

Survei tersebut meminta peserta menyelesaikan kuesioner kesehatan tahunan yang memberikan sejumlah pertanyaan tentang kebiasaan kesehatan mereka. Seluruh jawaban peserta akan membantu peneliti mempelajari lebih lanjut tentang hubungan antara pola gaya hidup dan penyakit. 

Lebih rinci, hasil pada survei tersebut menemukan bahwa risiko 12 persen lebih tinggi terkena kanker payudara invasif pada wanita yang dilaporkan minum 2-3 cangkir kopi berkafein per hari. Namun, setelah disesuaikan dengan riwayat keluarga, aktivitas fisik, riwayat reproduksi, konsumsi alkohol, dan penggunaan tembakau, temuan tersebut tidak dianggap signifikan secara statistik.

Lina juga menambahkan, bahwa penting untuk setiap orang mengetahui jaminan keamanan dalam mengonsumsi kopi setiap harinya. "Data ini kuat dan memberikan bukti kuat untuk menunjukkan tidak ada hubungan antara konsumsi kafein dan kanker payudara," imbuhnya. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kopi kafein
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top