Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BioNTech Siapkan Vaksin untuk Melawan Covid Omicron

Penelitian terbaru dari Afrika Selatan dimana Omicron pertama kali dilaporkan, menyarankan bahwa dua dosis vaksin Pfizer/BioNTech menawarkan efektivitas 70 persen dalam mengurangi risiko rawat inap.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 21 Desember 2021  |  10:31 WIB
Omicron - ucla.org
Omicron - ucla.org

Bisnis.com, JAKARTA - Vaksin Covid-19 yang telah beredar di pasaran saat ini, disebut tidak cukup mampu melawan varian Omicron bahkan dengan tiga dosis vaksin. Meskipun demikian, CEO BioNTech Ugur Sahin mengatakan, data awal dari Inggris dan Afrika Selatan memberi mereka informasi yang meyakinkan.

Penelitian terbaru dari Afrika Selatan dimana Omicron pertama kali dilaporkan, menyarankan bahwa dua dosis vaksin Pfizer/BioNTech menawarkan efektivitas 70 persen dalam mengurangi risiko rawat inap. Demikian dilansir dari Euro News, Selasa (21/12/2021).

Namun diakui Sahin, efektivitas vaksin melawan Omicron akan hilang dari waktu ke waktu dan hal ini sangat mungkin terjadi tetapi mereka perlu mengukur seberapa cepat efektivitasnya menghilang.

Saat ini, perusahaan asal Jerman tersebut tengah merancang vaksin virus corona yang disesuaikan dengan varian baru, dengan menggunakan protein lonjakan Omicron dan 32 mutasinya sebagai antigen.

Sahin mengumumkan bahwa vaksin ini harus siap pada bulan Maret mendatang.

"Kami tetap di jalur dengan target 100 hari kami, yang artinya kami harus bisa mengirimkan vaksin pertama yang sesuai dengan Omicron pada bulan Maret, dengan persetujuan sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Sahin.

Sementara itu, beberapa peneliti telah menyuarakan keprihatinan tentang efek dari vaksin baru ini karena alih-alih meningkatkan pertahanan kekebalan baru, mereka dapat mengambil risiko meningkatkan vaksin yang tidak memadai.

Tetapi menurut Sahin, ini adalah hipotesis yang belum terbukti dan dia tidak berpikir bahwa ini adalah masalah nyata.

"Sistem kekebalan memiliki kemampuan beradaptasi dan plastisitas yang tinggi, dan harus bisa mengaktifkan keduanya, memperkuat respons kekebalan yang ada sambil menghasilkan antibodi baru," katanya. Tapi, dia menambahkan, mereka jelas harus melihatnya.

Kini, varian Omicron telah terdeteksi di 89 negara dan menyebar dengan cepat bahkan di tempat-tempat dengan tingkat kekebalan populasi yang tinggi, menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Sabtu (18/12).

Ada kemungkinan bahwa varian Omicron akan segera mengambil alih posisi Delta sebagai varian dominan di negara-negara tersebut.

Hingga kini, masih belum jelas seberapa efektif vaksin terhadap varian baru.

Booster Moderna tampak protektif terhadap Omicron
Sementara itu, Moderna yang juga memproduksi vaksin mRNA mengklaim bahwa dosis booster mereka tampaknya melindungi terhadap Omicron.

Pada hari Senin (20/12) Moderna mengatakan bahwa penelitiannya sejauh ini menunjukkan bahwa dosis 50 mikrogram vaksinnya, yang merupakan jumlah yang digunakan untuk suntikan booster saat ini, meningkatkan tingkat antibodi 37 kali lipat dibandingkan dengan dua dosis.

Mereka juga menyebutkan bahwa dosis penuh 100 mikrogram dapat meningkatkan tingkat antibodi 83 kali lipat.

CEO Moderna Stephane Bancel mengatakan, data sejauh ini telah meyakinkan dalam sebuanh pernyataan pers pada hari Senin (20/12). Data yang diambil merupakan data dari tes laboratorium dari 20 orang yang menerima vaksin booster.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Covid-19 omicron
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top