Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini yang Perlu Anda Ketahui Seputar MIS-C Karena Covid-19 pada Anak

Edukator Kesehatan dr Adam Prabata mengatakan, meskipun kejadiannya termasuk jarang, kita tidak pernah tahu siapa yang akan terkena MIS-C ini.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 07 Januari 2022  |  15:56 WIB
Ilustrasi anak sakit demam - istimewa
Ilustrasi anak sakit demam - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pembelajaran tatap muka (PTM) sudah mulai dilakukan di beberapa sekolah. Namun, risiko Covid-19 pada anak terutama MIS-C perlu diketahui dengan baik oleh para orang tua, sebelum benar-benar memutuskan apakah anaknya mengikuti PTM atau tidak.

Edukator Kesehatan dr Adam Prabata mengatakan, meskipun kejadiannya termasuk jarang, kita tidak pernah tahu siapa yang akan terkena MIS-C ini.

"Jauh lebih baik agar kita dapat melindungi anak sebaik-baiknya, dengan prokes, menjaga kesehatan dan vaksinasi," kata Adam, mengutip akun Instagramnya, Jumat (7/1/2021).

Lantas apa itu MIS-C?

Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C) merupakan kondisi dimana banyak organ tubuh yang mengalami peradangan, yang terjadi pada anak yang sebelumnya terkena Covid-19, menurut CDC.

Organ tubuh yang mengalami peradangan antara lain: jantung, kulit, paru-paru, otak, saluran cerna, ginjal dan mata.

"Ingat, tidak semua anak kondisinya sama dan tidak semua anak, 'hanya' akan terkena Covid-19 yang ringan bila terinfeksi," ujar Adam.

Anak mungkin saja mengalami MIS-C, bila mereka menunjukkan gejala-gejala seperti demam, nyeri perut, muntah, diare, nyeri leher, kemerahan di kulit, mata merah dan merasa sangat lelah.

Sementara itu, segera bawa anak Anda ke IGD bila anak mengalami gejala MIS-C seperti di bawah ini:

- sulit bernapas

- nyeri atau rasa tertekan di dada yang tidak hilang

- kebingungan

- tidak bisa bangun atau tidak bisa terjaga

- kulit, kuku atau bibir berwarna pucat atau kebiruan, serta

- nyeri perut

Bagaimana Kriteria Anak Dinyatakan MIS-C?

- Demam lebih dari 3 hari, disertai 2 gejala berikut:

a) ruam atau konjungtivitis bilateral non purulenta atau tanda inflamasi mukokutaneus pada mulut, tangan dan kaki

b) hipotensi atau syok

c) gambaran disfungsi miokardium, perikarditis, vaskulitis, abnormalitas koroner (terdiri atas kelainan pada ekokardiografi, peningkatan Troponin/NT-proBNP)

d) bukti adanya koagulopati (dengan peningkatan PT, APTT, Ddimer)

e) gejala gastrointestinal akut (diare, muntah, atau nyeri perut)

- Peningkatan penanda inflamasi seperti LED, CRP atau procalcitonin, tanpa penyebab inflamasi lain

- Terbukti terinfeksi Covid-19

Siapa yang Dapat Mengalami MIS-C?

Adam menuturkan, mayoritas anak yang mengalami MIS-C merupakan anak usia sekolah (usia 8 tahun). Namun, MIS-C juga tercatat ditemukan pada semua usia anak bahkan hingga dewasa muda (usia 0-20 tahun). Selain itu, 66 hingga 73 persen anak yang mengalami MIS-C sebelumnya berada dalam keadaan sehat.

Seberapa Sering MIS-C Terjadi?

MIS-C termasuk kasus yang jarang terjadi. Adam mengatakan, diperkirakan MIS-C terjadi pada 0,14 persen anak yang terkena Covid-19. Meskipun jarang, namun bila ini terjadi pada anak, MIS-C dapat menyebabkan kondisi kritis, bahkan hingga menyebabkan anak meninggal dunia. Oleh karena itu, deteksi dini dan penanganan sesegera mungkin sangat penting pada penyakit ini.

Apa Kemungkinan yang Terjadi Bila Anak Mengalami MIS-C?

Kemungkinannya, 64 hingga 80 persen anak dengan MIS-C masuk ICU, 42 hingga 48 persen membutuhkan obat untuk meningkatkan tekanan darah, 13 hingga 30 persen membutuhkan alat bantu napas, serta 2 hingga 4 persen mengalami kematian.

Bagaimana Cara Mencegah MIS-C?

MIS-C merupakan kondisi yang terjadi akibat Covid-19. Mencegah MIS-C sama dengan mencegah Covid-19. Oleh karena itu, cegah anak dan anggota keluarga lainnya agar tidak terkena Covid-19 dengan vaksinasi dan melakukan protokol kesehatan semaksimal mungkin.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

radang paru-paru Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top