Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Kunci Kesuksesan Vaksinasi Covid-19 Menurut Pakar

Koordinator Program Studi MIKM FK Unud ini menyebut percepatan vaksinasi dan keluasan cakupannya bisa terhambat jika dua hal tersebut tidak ditangani dengan baik.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 16 Januari 2022  |  13:13 WIB
Tenaga kesehatan menyuntikkan cairan vaksin dosis ketiga kepada warga lansia saat vaksinasi booster Covid-19 di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Jakarta, Rabu (12/1/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
Tenaga kesehatan menyuntikkan cairan vaksin dosis ketiga kepada warga lansia saat vaksinasi booster Covid-19 di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Jakarta, Rabu (12/1/2021). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Doktor Bidang Kesehatan Publik di Universitas Udayana, Pande Putu Januraga menyampaikan bahwa penanganan pandemi Covid-19 secara umum adalah penggunaan masker dan vaksinasi.

Terkait efektivitas vaksinasi, Pande menilai ada dua hal utama yang harus menjadi perhatian seluruh pihak terkait.

"Apakah kita punya vaksin yang cukup efektif dan kemudian apakah bisa didistribukan secara baik artinya luas dan cepat," katanya dalam acara webinar virtual bertajuk 'Indonesian Congress Symposium on Combating COVID-19 Pandemic without Boundaries', Minggu (16/1/2022).

Pande menambahkan, cakupan vaksinasi Covid-19 sangat bergantung kepada ketersediaan vaksin dan stabilitas pendistribusiannya.

Koordinator Program Studi MIKM FK Unud ini menyebut percepatan vaksinasi dan keluasan cakupannya bisa terhambat jika dua hal tersebut tidak ditangani dengan baik.

Lebih lanjut, kendala lain yang juga harus diantisipasi adalah penolakan atau keraguan atas vaksinasi Covid-19.

Pande mengatakan, keraguan atau penolakan terhadap vaksin Covid-19 bisa disebabkan oleh ketersediaan vaksin yang minim, pelayanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan, dan pesan kesehatan yang tidak konsisten.

"Bahkan yang menerima vaksin bisa jadi ragu-ragu terhadap manfaat vaksinasi," katanya.

Hal tersebut harus diperhatikan agar program vaksinasi lanjutan atau booster bisa berjalan dengan baik.

Lebih lanjut, Pande menambahkan berdasarkan hasil sebuah survei pada 2021, sekitar 50-60 persen responden di seluruh dunia yang mau menerima vaksin Covid-19.

Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa di negara-negara maju dan berkembang ternyata belum banyak yang ideal terkait jumlah penerima vaksinasi Covid-19 dosis lengkap atau mencapai 70 persen penduduk.

"Amerika Serikat misalnya sampai sekarang masih dibawah 70 persen vaksinasi lengkap padahal mereka sudah memulai booster beberapa bulan lalu," katanya.

Hal tersebut menyebabkan ada banyak vaksin yang terbuang karena sudah kadaluarsa, di sisi lain ada negara-negara lain yang sebenarnya membutuhkan vaksin tetapi kesulitan memperolehnya.

"Ini seperti lingkaran setan yang sebenarnya harus ditangani dengan baik," katanya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Covid-19 omicron
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top