Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Seberapa Penting Vitamin D untuk Pecegahan Covid-19? Simak Penjelasannya!

Benarkan Vitamin D berperan untuk pencegahan Covid-19? Simak penjelasan ahli kesehatan.
Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim - Bisnis.com 16 Januari 2022  |  17:45 WIB
Bahan makanan yang kaya kandungan vitamin D - Istimewa
Bahan makanan yang kaya kandungan vitamin D - Istimewa

Bisnis.com, Jakarta – Di tengah merebaknya varian Omicron, menjaga imunitas menjadi langkah yang harus dilakukan setiap individu agar terhindar dari Covid-19.

Vitamin D merupakan salah satu vitamin penting yang dapat mencegah virus Covid-19 masuk ke dalam tubuh Anda. Vitamin D telah direkomendasikan oleh banyak ahli sebagai pengobatan pencegahan infeksi akibat virus Corona.

Seperti diketahui, Vitamin D diproduksi di dalam tubuh saat kulit terkena sinar matahari. Tinggal di dalam ruangan menghambat tingkat vitamin D dalam tubuh. Padahal, semua orang disarankan untuk tinggal di dalam rumah saat pandemi. Karena itu, sangat penting untuk memeriksa kadar vitamin D dalam tubuh.

Meskipun tidak ada bukti langsung tentang efek vitamin D dalam pengobatan Covid-19 karena perannya dalam mengendalikan peradangan, vitamin D dianggap sebagai pengobatan pencegahan oleh para ahli.

Dilansir Times of India pada Minggu (16/1/2022). Fungsi utama vitamin D adalah untuk meningkatkan kekebalan dan meredakan peradangan. Hal ini mungkin menjadi alasan para ahli meningkatkan asupan vitamin D untuk mencegah Covid-19.

"Pendapat kami adalah jika vitamin D memang mengurangi keparahan COVID-19 terkait dengan pneumonia/ARDS, peradangan, sitokin inflamasi, dan trombosis, maka suplemen akan menawarkan pilihan yang relatif mudah untuk mengurangi dampak pandemi," kata sekelompok peneliti di University of Minnesota, Minneapolis, AS.

Peneliti juga mengungkapkan kadar vitamin D yang rendah telah dikaitkan dengan peningkatan sitokin inflamasi dan peningkatan risiko pneumonia dan infeksi saluran pernapasan atas yang disebabkan oleh virus secara signifikan.

Kekurangan vitamin D dikaitkan dengan peningkatan episode trombotik, yang sering diamati pada pasien Covid-19. Kekurangan vitamin D telah ditemukan lebih sering terjadi pada pasien dengan obesitas dan diabetes.

"Kondisi ini dilaporkan membawa kematian yang lebih tinggi pada Covid-19," kata para peneliti.

Lantas, pa yang harus dilakukan?

Orang harus menerima saran ahli mengenai suplemen vitamin D. Terlepas dari ini, mereka harus mengekspos kulit ke sinar matahari selama beberapa menit setiap hari.

Bukan itu saja, orang harus menambahkan makanan yang kaya vitamin D dalam makanan sehari-hari mereka. Makanan seperti ikan berlemak seperti salmon, minyak ikan cod, jamur, susu sapi, susu kedelai, dan telur kaya akan vitamin D.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vitamin d Covid-19 omicron
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top