Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tiga Komorbid Paling Banyak Picu Kematian Pasien Covid-19 di Indonesia

50 kematian pasien Covid-19 di beberapa rumah sakit disebabkan penyakit komorbid berat yang diidap pasien sebelum positif Covid-19.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 07 Maret 2022  |  15:55 WIB
Tiga Komorbid Paling Banyak Picu Kematian Pasien Covid-19 di Indonesia
Foto udara suasana pemakaman khusus Covid-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (15/7/2021). Berdasarkan data Worldometer, Indonesia resmi masuk empat besar kasus aktif Covid-19 terbanyak di seluruh dunia, pada Kamis (15/7/2021) kasus aktif di Indonesia mencapai 480.199 kasus, melampaui Rusia yang tercatat 457.250 kasus, Indonesia juga jauh melampaui India yang tercatat 432.011 kasus. ANTARA FOTO - M Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyampaikan, bahwa kasus kematian pasien Covid-19 di Indonesia dipicu riwayat penyakit komorbid yang sudah dialami pasien sebelum terkena Covid-19.

Menurutnya, 50 persen kasus kematian pasien Covid-19 di beberapa rumah sakit disebabkan penyakit komorbid berat yang diidap pasien sebelum positif Covid-19.

"Separuh yang meninggal dengan komorbid terutama berusia lansia dan belum mendapatkan vaksinasi lengkap. Tidak semua pasien meninggal karena Covid-19, tetapi ada juga yang meninggal dengan Covid-19," ujarnya dalam konferensi pers virtual terkait Hasil Ratas Evaluasi PPKM, dikutip dari laman Youtube PerekonomianRI, Senin (7/3/2022).

Lebih lanjut, Dante menjabarkan, tiga penyakit komorbid yang paling banyak menyebabkan pasien Covid-19 meninggal dunia adalah diabetes, hipertensi, dan gagal ginjal.

"Hasil audit kematian di rumah sakit menunjukkan kasus meninggal tersebut adalah lansia dengan komorbid berupa diabetes, hipertensi, dan gagal ginjal," kata Dante.

Sebelumnya, dia menyampaikan bahwa lebih dari 54 persen penduduk Indonesia telah menerima vaksinasi lengkap.

“Bahkan, kebijakan vaksinasi lanjutan (booster) yang sudah revisi di mana tadinya 6 bulan setelah vaksinasi kedua sekarang sudah menjadi 3 bulan sesudah vaksinasi kedua diharap bisa mempercepat terjadinya herd immunity di masyarakat,” tuturnya

Dia mengimbau agar ke depan masyarakat tidak memilih-milih vaksin dan segera melakukan suntik vaksinasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyakit Covid-19
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top