Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

7 Manfaat Puasa Ramadan Bagi Kesehatan Tubuh

Jangan khawatir bahwa puasa di bulan Ramadan bisa berdampak buruk pada tubuh. Salah satu manfaat puasa Ramadan bisa meningkatkan kecerdasan otak.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 31 Maret 2022  |  10:30 WIB
Manfaat puasa Ramadan bisa meningkatkan kecerdasan emosional
Manfaat puasa Ramadan bisa meningkatkan kecerdasan emosional

Bisnis.com, JAKARTA - Apakah puasa di bulan Ramadan bisa berdampak buruk bagi kesehatan? Namun, tanpa disadari puasa bisa memberikan manfaat baik bagi kesehatan tubuh.

Puasa bisa memberikan kelonggaran pada lambung untuk jeda beraktivitas sejenak, sehingga potensi penyerapan nutrisi akan semakin maksimal bila Anda berbuka. Namun, bagi Anda yang memiliki masalah kesehatan, bisa memperpendek durasi puasa, demi alasan kesehatan.

Simak 7 manfaat puasa Ramadan:

1. Meningkatkan kecerdasan otak 

Efek positif puasa memberikan kesejahteraan mental dan meningkatkan fokus spiritual Anda. Puasa Ramadan bisa meningkatkan otak bahkan lebih signifikan daripada yang Anda kira. 

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di AS menemukan bahwa fokus mental yang dicapai selama Ramadan meningkatkan neurotropik yang diturunkan dari otak, ini menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak sel otak, sehingga meningkatkan fungsi otak.

Selain itu, jumlah hormon kortisol, yang diproduksi oleh kelenjar adrenal, berarti bahwa tingkat stres sangat berkurang baik selama dan setelah Ramadan.

2. Buang kebiasaan buruk

Karena Anda akan berpuasa di siang hari, Ramadan adalah waktu yang tepat untuk membuang kebiasaan buruk Anda. Kebiasaan buruk seperti merokok dan makanan manis tidak boleh dilakukan selama Ramadan.

Juga jauh lebih mudah untuk menghentikan kebiasaan buruk ketika Anda melakukannya dalam kelompok, yang seharusnya mudah ditemukan selama bulan Ramadan. Puasa untuk membantu Anda menghentikan kebiasaan buruk sangat signifikan.

3. Menurunkan kolesterol

Kita semua tahu bahwa penurunan berat badan adalah salah satu kemungkinan hasil fisik dari puasa selama Ramadan, tetapi ada juga sejumlah perubahan sehat yang terjadi di balik layar. Sebuah tim ahli jantung di UEA menemukan bahwa orang yang menjalankan Ramadan mendapatkan  efek positif pada profil lipid mereka, yang berarti ada pengurangan kolesterol dalam darah.

Kolesterol rendah meningkatkan kesehatan kardiovaskular, sangat mengurangi risiko menderita penyakit jantung, serangan jantung, atau stroke. Terlebih lagi, jika Anda mengikuti diet sehat setelah Ramadan, kadar kolesterol yang baru diturunkan ini seharusnya mudah dipertahankan.

4. Kurma

Kurma adalah makanan yang paling banyak dicari orang selama  puasa. Kurma bisa membantu Anda mendapatkan energi dan 1 biji kurma mengandung 31 gram (lebih dari 1 ons) karbohidrat.

Kurma merupakan cara yang bagus untuk mendapatkan serat yang sangat dibutuhkan dan akan membantu dan meningkatkan pencernaan sepanjang Ramadan. Kurma juga mengandung tingkat tinggi potasium, magnesium dan vitamin B, dan dengan cepat menjadi jelas bahwa kurma adalah salah satu buah paling sehat di luar sana.

5. Mengurangi nafsu makan yang tahan lama

Salah satu masalah utama dengan diet ekstrim adalah bahwa setiap penurunan berat badan sering kali dengan cepat dikembalikan, kadang-kadang bahkan dengan sedikit tambahan ekstra. Tidak demikian halnya dengan Ramadan. Pengurangan makanan yang dikonsumsi selama puasa menyebabkan perut Anda menyusut secara bertahap, yang berarti Anda perlu makan lebih sedikit untuk merasa kenyang.

Jika Anda ingin membiasakan makan sehat maka Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memulai. Setelah selesai, nafsu makan Anda akan lebih rendah dari sebelumnya, dan Anda akan jauh lebih kecil kemungkinannya untuk makan berlebihan.

6. Detoksifikasi

Selain bagus untuk membersihkan diri secara spiritual, Ramadan bertindak sebagai detoksifikasi yang fantastis untuk tubuh Anda. Puasa bisa mendetoksifikasi sistem pencernaan Anda sepanjang bulan.

Ketika tubuh Anda mulai memakan cadangan lemak untuk menghasilkan energi, itu juga akan membakar racun berbahaya dari timbunan lemak.

7. Menyerap lebih banyak nutrisi

Dengan tidak makan sepanjang hari selama Ramadan, Anda akan menemukan bahwa metabolisme Anda menjadi lebih efisien, yang berarti jumlah nutrisi yang Anda serap dari makanan meningkat.

Ini karena peningkatan hormon yang disebut adiponektin, yang diproduksi oleh kombinasi puasa dan makan larut malam, dan memungkinkan otot Anda menyerap lebih banyak nutrisi.

Ini akan menghasilkan manfaat kesehatan di seluruh tubuh, karena berbagai area dapat menyerap dan memanfaatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk berfungsi dengan lebih baik.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Puasa Ramadan tips sehat puasa ramadan
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top