Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jepang Konfirmasi Kasus Pertama Orang Terinfeksi Covid XE

Strain XE terdeteksi melalui sekuensing genomik sampel dari wanita di National Institute of Infectious Diseases.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 13 April 2022  |  08:23 WIB
Ilustrasi hasil tes Covid-19 varian Omicron - The Guardian
Ilustrasi hasil tes Covid-19 varian Omicron - The Guardian

Bisnis.com, JAKARTA -- Jepang telah mengkonfirmasi kasus pertama orang terinfeksi Omicron XE pada seorang wanita yang baru tiba di bandara Narita Tokyo,.

Kementerian Kesehatan mengonfirnasi hal tersebut dilansir dari Bangkok Post..

Wanita berusia 30-an, yang telah tinggal di Amerika Serikat itu, tidak menunjukkan gejala, dan tiba di bandara pada 26 Maret, kata Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan, tanpa menyebutkan kewarganegaraannya.

Wanita itu telah menerima dua suntikan vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer, tetapi dia dites positif pada saat kedatangan dengan jenis virus tersebut.

Strain XE terdeteksi melalui sekuensing genomik sampel dari wanita di National Institute of Infectious Diseases.

Dia dirawat di fasilitas untuk pasien yang terinfeksi sebelum dibebaskan setelah masa karantinanya berakhir.

Strain ini merupakan kombinasi dari subtipe BA.1 dan BA.2 dari varian Omicron. Satu laporan mengatakan tingkat infeksinya 12,6% lebih cepat daripada BA.2, meskipun perincian tingkat keparahannya tidak diketahui.

Sifat dasar subvarian dan kemanjuran obat dan vaksin terhadapnya dianggap sama dengan tipe BA.2.

Lembaga itu mengatakan dua sampel lain yang diambil dari kedatangan bandara yang dikarantina tampaknya merupakan campuran dari materi genetik varian Omicron, tetapi jenisnya tidak dapat ditentukan.

Sekitar 1.100 kasus varian XE telah dikonfirmasi di Inggris pada 5 April, kata lembaga itu, meskipun mereka menyumbang kurang dari 1% dari infeksi di negara itu.

"Ini belum menjadi jenis yang dominan di Inggris, di mana terdeteksi lebih awal, dan tidak mungkin menyebar dengan cepat di Jepang," kata Kazushi Motomura, direktur Departemen Kesehatan Masyarakat di Institut Kesehatan Masyarakat Osaka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang Virus Corona Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top