Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sedang Merebak, Kenali Gejala Demam Berdarah atau DBD dan Pencegahannya

Gejala penyakit demam berdarah atau DBD antara lain demam, sakit kepala, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, serta ruam.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 18 Mei 2022  |  13:43 WIB
Pasien demam berdarah dengue (DBD) tengah dirawat di salah satu ruangan di RSUD TC Hillers, Rabu (11/3/2020). - Antara/Kornelis Kaha
Pasien demam berdarah dengue (DBD) tengah dirawat di salah satu ruangan di RSUD TC Hillers, Rabu (11/3/2020). - Antara/Kornelis Kaha

Bisnis.com, JAKARTA - Demam berdarah adalah penyakit virus yang disebarkan oleh nyamuk. Empat virus yang terkait erat menyebabkan demam berdarah. Ini adalah infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Sekitar 2,5% orang yang terkena demam berdarah parah meninggal karena penyakit ini. Tidak ada obat untuk infeksi.

Gejala penyakit ini antara lain demam, sakit kepala, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, serta ruam.

Demam berdarah dalam beberapa kasus, bisa mengancam jiwa. Dilansir dari breakdengue.org, Demam berdarah yang parah menyebabkan sakit perut dan muntah, kesulitan bernapas dan penurunan trombosit darah yang dapat menyebabkan pendarahan internal.
Di mana demam berdarah paling umum?

Demam berdarah hadir di lebih dari 150 negara – lebih dari 40% populasi dunia tinggal di daerah berisiko. Sementara sebagian besar kasus yang dilaporkan terjadi di Amerika Latin, Asia Tenggara, dan Pasifik Barat, demam berdarah juga ditemukan di banyak negara Afrika. Penyakit ini menyebar ke beberapa bagian Eropa, Amerika Serikat dan Cina.

Bagaimana DBD menyebar?

Demam berdarah ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk betina yang terinfeksi. Nyamuk Aedes (terutama Aedes aegypti) merupakan vektor utama. Setelah inkubasi virus, nyamuk yang terinfeksi mampu menyebarkan virus selama sisa hidupnya.

Nyamuk ini ditemukan di daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia. Mereka hidup di habitat perkotaan dan berkembang biak sebagian besar dalam wadah buatan (seperti ember air, tanaman pot, dll) .

Gejala demam berdarah

Demam tinggi
Sakit kepala parah
Sakit di belakang mata
Ruam kulit
Nyeri otot dan sendi
muntah

Demam berdarah bisa sulit dikenali karena gejala awal demam, sakit kepala, dan nyeri tubuh tidak spesifik pada penyakitnya. Demam berdarah mungkin salah didiagnosis sebagai penyakit lain: seperti influenza, tipus, zika atau malaria. Infeksi dengue tidak melindungi Anda dari infeksi di masa depan karena ada empat virus dengue. Dalam banyak kasus, kedua kalinya Anda terkena demam berdarah, gejalanya lebih parah.

PERAWATAN

Tidak ada pengobatan khusus untuk demam berdarah atau demam berdarah yang parah, tetapi deteksi dini dan akses ke perawatan medis yang tepat menurunkan tingkat kematian hingga di bawah 1%. Transisi ke demam berdarah berat ditandai dengan kesulitan bernapas, perdarahan mukosa, sakit perut parah, dan muntah terus-menerus.

Perawatan suportif dengan analgesik, penggantian cairan, dan tirah baring biasanya membantu. Acetaminophen dapat digunakan untuk mengobati demam dan meredakan gejala lainnya. Aspirin, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), dan kortikosteroid harus dihindari. Penatalaksanaan dengue berat memerlukan perhatian yang cermat terhadap pengelolaan cairan dan pengobatan perdarahan secara proaktif.

Cara melindungi diri dari demam berdarah

Penyebaran demam berdarah dapat dikurangi dengan menargetkan nyamuk yang menularkan penyakit:
Cegah nyamuk mengakses habitat bertelur
Buang limbah dengan benar dan singkirkan habitat buatan manusia
Tutup, kosongkan, dan bersihkan wadah penyimpanan air rumah tangga secara teratur
Oleskan insektisida ke wadah penyimpanan air luar ruangan
Gunakan pelindung rumah tangga pribadi seperti tirai jendela, pakaian lengan panjang, bahan berinsektisida, kumparan dan alat penguap
Terapkan insektisida selama wabah sebagai tindakan pengendalian vektor darurat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dbd demam berdarah
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top