fogging
Health

Manfaat Fogging untuk Pencegahan DBD

Mia Chitra Dinisari
Kamis, 16 Desember 2021 - 19:44
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya demam berdarah dengue atau DBD adalah dengan melakukan fogging.

Vektor utama penularan penyakit ini adalah nyamuk spesifik Aedes aegypti yang dapat bertelur di tempat basah mana saja, meski sangat kecil. Mereka dapat ditemukan di tumpukan sampah ataupun genangan air.  Telurnya juga dapat bertahan di tempat yang kering dalam jangka waktu yang panjang, bahkan hingga satu tahun dan menetas saat terendam kembali dalam air.

Walau bukan metode pencegahan utama, fogging adalah salah satu cara yang masih dinilai efektif untuk membunuh nyamuk Aedes agypti dewasa. Tujuannya adalah untuk membunuh sebagian besar nyamuk yang infektif dengan cepat. Di samping memutus rantai penularan, juga menekan jumlah nyamuk agar risiko penyakit DBD juga menurun.

Mengutip klikdokter, fogging adalah sebuah teknik pengendalian vektor penyakit, khususnya nyamuk, dengan membunuh nyamuk dewasa dan jentiknya, menggunakan racun serangga. Mesin fogging akan memompa dan menyemburkan racun serangga tersebut dengan cara disemprotkan.

Banyak yang khawatir fogging bisa berbahaya. Padahal, pada paparan yang singkat dan tidak sering, fogging tidak memberikan efek negatif pada kesehatan yang serius. 

Setelah fogging selesai, jangan langsung masuk ke dalam rumah. Tunggu beberapa saat hingga kabut reda, lalu masuklah ke dalam rumah dengan berhati-hati, perhatikan apakah masih ada kabut yang tersisa.

Lantai rumah biasanya akan menjadi licin setelah fogging akibat kandungan minyak pada insektisida. Anda dapat membersihkan rumah dan perabot dengan saksama agar tidak ada residu insektisida yang tertinggal.

Selain fogging, untuk menghindari serangan DBD, Anda dapat melakukan 3M plus yang sebenarnya sangat sederhana. Anda tentu telah mengenal 3M, yaitu menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan penampungan air, seperti bak mandi, ember, dan lain-lain; menutup rapat tempat-tempat yang dapat menampung air, seperti kendi, vas, toren air, dan lain-lain; dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembang biakan nyamuk.

Rangkaian ini kemudian ditambahkan dengan “plus”, yaitu bentuk kegiatan pencegahan lain seperti menaburkan bubuk abate di tempat penampungan air, menggunakan obat antinyamuk, menggunakan kelambu, memelihara ikan pemangsa jentik, dan lain-lain.

Sementara itu, sebagai upaya memberantas DBD di Indonesia, Cap Lang Kayu Putih Plus mengadakan program fogging gratis ‘Indonesia Bebas Nyamuk’ di tahun 2020, di 7 kota di seluruh Indonesia pada 22 November sampai 3 Desember 2021.

7 Kota itu yakni mulai dari Jakarta Timur, Bekasi, Semarang, Surabaya, Bali, Makassar, dan Medan.

“Tujuan dari diadakannya program ini adalah kami berusaha untuk membantu pemerintah dan masyarakat bahwa saat ini selain Pandemi Covid-19, ada penyakit Demam Berdarah yang cukup berbahaya juga.” Tutur Azis Chandra, perwakilan dari Cap Lang Kayu Putih dalam keterangan tertylisnya.

Suwarno, Ketua RW 04 Kelurahan Cipinang Muara Jakarta Timur mengatakan senang dengan diadakannya fogging di 10 RT. Terima kasih kepada Cap Lang Kayu Putih Plus yang sudah membantu warga dalam penanggulangan DBD menjelang musim hujan ini.

“Program CSR fogging Indonesia Bebas Nyamuk ini, juga merupakan suatu kesempatan bagi Cap Lang Kayu Putih Plus untuk berbakti dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Khususnya dalam pencegahan dan penanggulangan bahaya dari wabah Demam Berdarah.” Tutup Azis Chandra.

Bagikan

Tags :


Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro