Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengenal Virus Hendra yang Menyebar dari Kuda ke Manusia

Virus Hendra menjadi ancaman baru di tengah pandemi Covid-19 yang sepenuhnya belum berakhir. Lalu seperti apa virus Hendra itu?
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 21 Mei 2022  |  15:53 WIB
Warga memandikan kuda di Desa Bolo, Bima, Nusa Tenggara Barat. Bisnis - Nurul Hidayat
Warga memandikan kuda di Desa Bolo, Bima, Nusa Tenggara Barat. Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Ketika pandemi Covid-19 belum sepenuhnya diatasi, dunia kembali dibuat waspada dengan keberadaan dua virus baru yaitu virus hepatitis misterius, dan virus Hendra (HeV).

Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban memberikan sedikit penjelasa terkait virus Hendra yang menyebabkan penyakit parah pada kuda dan juga manusia yang terinfeksi.

"Kenapa nama virusnya Hendra dan dari keluarga mana? HeV adalah keluarga virus Paramyxoviridae dari genus Henipavirus. Pertama kali ditemukan pada 1994 di Hendra, Brisbane, Australia. Sebab itu dinamakan Hendra," cuitnya melalui akun Twitter @ProfesorZubairi, Sabtu (21/5/2022).

Zubairi melanjutkan, inang alami virus ini adalah kelelawar pemakan buah-buahan. Secara runut, virus yang menginfeksi kelelawar itu tersisa di buah yang kemudian dimakan oleh kuda dan akhirnya menginfeksinya.

"Bagaimana manusia juga bisa terinfeksi Hendra? Kontak virus bisa terjadi saat manusia melakukan kontak langsung dengan cairan tubuh kuda yang terinfeksi, seperti cairan hidung atau darah," cuit Zubairi kemudian.

Lebih lanjut, Apakah bisa penularan Hendra antarmanusia? Zubairi menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada bukti penyebaran Hendra dari manusia ke manusia, maupun kelelawar ke manusia.

"Manusia hanya tertular dari kuda," ujarnya.

Kemudian, manusia yang tejangkit virus Hendra akan mengalami beberapa gejala diantaranya perdarahan, radang selaput otak, kejang-kejang, hingga edema paru.

Meskipun belum ditemukan banyak kasus manusia terinfeksi virus Hendra, namun dari data yang ada, virus ini berbahaya bagi manusia. Berdasarkan data, 7 dari 10 manusia yang terinfeksi Hendra berujung pada kematian.

"Namun infeksi Hendra pada manusia amat jarang terjadi. Enggak usah panik," kata Zubairi.

Untuk mencegah penyebaran virus Hendra, sambungnya, adalah dengan menvaksinasi kuda yang sudah ada sejak 2012. Namun, vaksinasi untuk manusia belum tersedia.

Untuk itu, orang yang banyak bersinggungan dengan kuda atau tinggal di lokasi yang berdekatan dengan peternakan kuda harus menjaga kebersihan peternakan dan membiasakan hidup higienis, termasuk cuci tangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan virus olah raga berkuda Kelelawar Covid-19
Editor : Aprianus Doni Tolok

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top