Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Alina Kabaeva Kekasih Putin Kena Sanksi AS

Alina Kabaeva, 39, mantan pesenam ritmik yang disangkal oleh Kremlin terlibat asmara dengan Putin, kena sanksi berupa pembekuan aset oleh perbendaharaan AS
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 03 Agustus 2022  |  21:56 WIB
Alina Kabaeva Kekasih Putin Kena Sanksi AS
Alina Kabaeva, 39 tahun, dikabarkan sebagai kekasih Presiden Rusia Vladimir Putin. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Alina Kabaeva yang disebut-sebut sebagai kekasih Presiden Rusia Vladimir Putin kena sanski AS.

Kabaeva, 39, mantan pesenam ritmik yang disangkal oleh Kremlin terlibat asmara dengan Putin, kena sanksi berupa pembekuan aset oleh perbendaharaan AS

Sanksi dari departemen perbendaharaan pemerintah AS itu dilakukan atas invasi Rusia ke Ukraina.

Dia masuk daftar warga negara yang ditunjuk secara khusus oleh Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri federal, membekukan asetnya di AS dan secara umum melarang orang Amerika berurusan dengannya.

Langkah itu dilakukan lebih dari tiga bulan setelah Gedung Putih mengatakan tidak ada orang yang aman dari sanksi.

Pejabat Inggris juga memberikan sanksi yang sama kepada Kabaeva pada bulan Mei.

Negara-negara Barat telah memberlakukan hukuman ekonomi pada rekan dan orang yang mendukung Putin untuk menghukum presiden Rusia, 69, atas keputusannya untuk menyerang Ukraina pada Februari. AS telah menghindari konfrontasi langsung dengan Rusia atas invasi, meskipun telah menyediakan miliaran dolar senjata dan sumber daya lainnya untuk membantu Ukraina.

Kremlin telah lama membantah bahwa Putin, terlibat asmara dengan Kabaeva, tetapi berbagai laporan yang diterbitkan menunjukkan bahwa dia adalah ibu dari beberapa anaknya. 

Kabaeva, yang berasal dari Uzbekistan, meraih emas pada Olimpiade 2004 di Athena.

Dia kemudian menghabiskan lebih dari enam tahun sebagai anggota parlemen di partai Rusia Bersatu milik Putin sebelum mengambil alih Grup Media Nasional pada tahun 2014, dengan satu-satunya pengalaman sebelumnya di industri perusahaan menjadi pembawa acara talk show TV.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vladimir putin Rusia sanksi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top