Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jangan Diikuti, 6 Tren Viral di TikTok Ini Berbahaya Bahkan Bisa Sebabkan Kematian

Berikut ini rangkuman tren-tren TikTok yang tidak layak untuk diikuti.
Widya Islamiati
Widya Islamiati - Bisnis.com 18 Agustus 2022  |  13:09 WIB
Jangan Diikuti, 6 Tren Viral di TikTok Ini Berbahaya Bahkan Bisa Sebabkan Kematian
Logo TikTok ditampilkan di TikTok Creator's Lab 2019 yang digelar Bytedance Ltd. di Tokyo, Jepang, Sabtu (16/2/2019). - Bloomberg/Shiho Fukada
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Mengikuti sebuah tren yang ramai di media sosial memang tak ada habisnya.

Namun mengikuti tren-tren tersebut memberikan kesenangan tersendiri bagi para pengguna media sosial, khususnya yang tengah naik daun kini, yaitu aplikasi TikTok.

Di TikTok, sejumlah tren tidak hanya mendatangkan kesenangan bagi yang mengikutinya, namun juga kadang bisa mendatangkan banyak viewers bahkan followers. Tren TikTok memang sah-sah saja untuk diikuti sepanjang tidak membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Diantara tren-tren TikTok yang merebak ada beberapa diantaranya yang dianggap tidak aman untuk diikuti dam membahayakan keselamatan. Berikut ini rangkuman tren-tren TikTok yang tidak layak untuk diikuti.

1. Cereal challenge

Cara main challenge ini adalah dengan menjadikan mulut sebagai mangkuk untuk membuat sereal. Dilakukan oleh dua orang, satu orang sebagai orang yang menuangkan susu dan sereal ke mulut, dan satu lagi yang membuka mulutnya untuk dijadikan mangkuk sereal seraya berbaring.

Challenge ini dianggap berbahaya karena bisa menyebabkan tersedak. Selain itu, tren ini juga dianggap jorok oleh sebagian orang.

2. Blackout challenge

Blackout challenge adalah tantangan yang mengharuskan orang yang mengikutinya menahan napas hingga pingsan, hal ini dikarenakan kekurangan pasokan oksigen ke dalam tubuh. Beberapa orang menyebut challenge ini dengan sebutan pass out challenge.

Tren yang telah ada sejak tahun 2008 dan kembali ramai pada tahun 2021 ini telah memakan banyak korban jiwa di Amerika Serikat.

3. Waxing face challenge

Pada waxing challenge, dibutuhkan dua orang, satu orang yang akan diwaxing, dan satu orang berperan sebagai yang mewaxing. Caranya dengan meratakan waxing ke wajah, umumnya semua indra dalam wajah akan ditutup dengan wax, mata, mulut bahkan hidung juga ditutup dengan korek kuping yang sudah dicelupkan ke dalam adonan wax.

Tren ini berbahaya untuk diikuti karena bisa sebabkan iritasi hingga pengelupasan kulit pada area wajah.

4. Silhouette challenge

Tren ini dianggap berbahaya karena dapat sebarkan pornografi. Cara mainnya adalah dengan memakai filter yang ada di TikTok, tren ini membuat video yang direkam berubah menjadi siluet. Lalu beberapa wanita menggunakan tren ini untuk memperlihatkan lekuk tubuh mereka, seraya berdiri di depan pintu, hal ini karena mereka merasa aman dibalik filter siluet.

Namun, beberapa orang telah menemukan cara mengedit video yang menggunakan filter ini sehingga dapat melihat video aslinya. Itulah mengapa tresn ini dianggap bisa sebarkan pornografi.

5. Face icing

Pada tren ini orang akan meletakkan es yang sangat dingin di wajahnya. Hal ini akan berbahaya bagi orang dengan kulit sensitif dan orang dengan kulit tipis ataupun orang yang punyai kapiler rusak. Kulit mereka bisa teriritasi. Sebaiknya jangan menaruh es langsung di wajah, melapisi es dengan kain tipis terlebih dahulu bisa jadi solusi.

6. Mouth Taping Challenge

Cara mengikuti challenge ini adalah dengan memasangkan selotip pada mulut. Hal ini ditujukan agar bisa tidur dengan nyenyak. Namun alih-alih mendapatkan kenyenyakan tidur, tren ini justru bisa menghalangi saluran pernafasan, sehingga dapat membahayakan Kesehatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

TikTok tren
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top