Film Kajiman: Iblis Terkejam Penagih Janji/Istimewa.
Entertainment

Tak Ada Ustaz di Film Kajiman: Iblis Terkejam Penagih Janji

Farid Firdaus
Jumat, 26 Mei 2023 - 23:05
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Sutradara Adriyanto Dewo akhirnya tergoda menggarap film panjang bergenre horor. Sekalipun Kajiman: Iblis Terkejam Penagih Janji mengangkat tema persugihan, film ini juga menggali drama rasa kehilangan dan seberapa jauh manusia berupaya menutup lubang duka tersebut.

Adriyanto sebenarnya pernah menjajal horor di antologi Hi5teria (2012), di mana ia menyutradarai segmen cerita Pasar Setan. Namun, jam terbangnya pada film drama seperti Tabula Rasa (2014), Mudik (2019) dan One Night Stand (2021) tampak memberikan sentuhan tersendiri di kisah horor yang mencekam.

Cerita Kajiman dimulai dari pengambaran kedekatan Asha (Aghniny Haque) dengan Ibunya, Ratih (Vonny Anggraini).  Dalam satu frame di tempat tidur, Asha mengutarakan janji untuk selalu menjaga Ibunya yang tengah sakit-sakitan.

Pada satu malam, Asha yang berprofesi sebagai perawat pulang ke rumah lewat dari jam biasanya, dan menemukan sang Ibu terbaring dalam keadaan meninggal dunia. Seketika itu, dunia Asha hancur. Rasa kehilangan tersebut, ia coba lupakan dengan menyibukan diri dalam pekerjaannya.

Datanglah karakter Mba Rum (Mian Tiara) yang misterius. Dengan membawa-bawa mimpi panggilan ruh sang Ibu, Mba Rum mengajak Asha masuk ke dunianya. Pada adegan pertemuan Asha dan Mba Rum ini, penonton diajak melihatnya dari satu arah. Mba Rum mengaku didatangi berkali-kali arwah sang Ibu di alam mimpi, sementara Asha hanya ingin bertemu kembali dengan ibunya. Titik.

Plot kemudian bergulir saat Asha memutuskan untuk menjadi perawat Ismail (Tyo Pakusadewo), pasien lanjut usia yang sekilas seperti terkena stroke. Ismail memilih untuk dirawat di rumah, dan rumah ini dianggap angker karena dihuni oleh sosok ghaib: Kajiman.

Adupan wujud Kajiman merupakan konsekuensi yang harus dijalani bila seseorang mati setelah bersekutu dengan setan untuk pesugihan atau ilmu hitam.

Penggambaran keberadaan sosok ghaib diutarakan melalui cerita teman-teman perawat Asha, sebab teman mereka Santi pernah bertugas di rumah Ismail. Bahkan Santi tidak lagi terdengar kabarnya setelah pergi dari rumah tersebut.

Dari cuap-cuap mereka, terjawab juga alasan mengapai Asha pulang terlambat di malam kematian Ibunya. Kalau saja Asha tidak menghabiskan waktu bersama Rama (Jourdy Pranata), mungkin Ibunya bisa tertolong.

DUKUN

Intensitas mencekam akan terasa begitu lokasi cerita berpindah ke rumah Ismail. Kengerian yang ditampilkan mengambil jalur perlahan atau tidak terus menerus membombardir penonton. Adegan seram muncul lumayan efektif dan sesekali, baik di dalam kamar ataupun rumah sakit di Semarang.  

Humor juga tidak ada, sehingga yang tersisa adalah rasa penasaran: Apa yang Asha cari? Kemalangan apa yang sekiranya akan menimpa dirinya?

Saat mimpi buruk meneror, Asha akan datang kepada Mba Rum. Rasa saling percaya di antara keduanya sudah terbangun. Ia juga mengajak Rama bertemu Mba Rum. Pada bagian lain, Rama dihantui oleh sosok Santi yang ditemukan tewas secara misterius.  

Film Kajiman tidak menampilkan protagonis yang mencari jawaban ataupun bantuan ke ahli agama seperti ustaz layaknya Qorin (2022), Qodrat (2022), dan Jin Khodam (2023). Lebih tepatnya, Kajiman tidak memilih penggunaan simbol religius deus ex machina dalam wujud pemuka agama.

Film ini tetap berfokus pada dukun yang mengumbar petuah-petuah seperti “Ada jimat baik dan jimat yang jahat. Ada dukun baik dan dukun jahat.”

Alih-alih pembacaan kitab suci dalam pengusiran setan, film Kajiman melantunkan mantra berbahasa Jawa sesuai dengan sosok ghaib yang dekat dengan mitologi tanah Jawa. Memang, tetap ada mantra yang dibacakan untuk tujuan mengusir setan. Namun, adegan ini justru dibuat saling sahut menyahut dengan pembacaan mantra dari kubu lain yang mendatangkan setan.

Menenteng Kepala Putus 

Ismail dalam film ini diceritakan mempunyai janji yang belum ditepati kepada Kajiman. Ismail melindungi putranya Elham (Iedil Dzuhrie Alaudin) dari Kajiman. Elham pun tahu dosa persugihan yang ditutupi bapaknya. Namun istri Elham, Mia (Ully Triani) baru mengetahui belakangan.

Naskah cerita Kajiman menghindari flashback. Ketimbang menceritakan latar belakang Ismail lewat sebuah adegan, Adriyanto, yang juga menulis naskah Kajiman, cenderung memberikan informasi terkait masa lalu para tokoh antagonisnya lewat dialog. Kadang hal tersebut bisa tak tertangkap penuh oleh penonton.  

Saat Kajiman telah selesai dengan keluarga Ismail, kamera menyorot luapan emosi Asha menjelang akhir film. Dari dekat, kamera menangkap ekspresi rasa bersalah dan tangisan Asha. Barulah sosok dalang utama datang menenteng kepala manusia, menyuguhkan tumbal.

Jika adegan menenteng kepala putus di film Marlina, Si Pembunuh dalam Empat Babak (2017) adalah simbol melawan patriarki, maka film Kajiman menonjolkan kebengisan dan keserakahan tokoh wanita antagonisnya.

Akhir film Kajiman menawarkan jawaban dari potongan adegan yang menampilkan sebuah bargain, sebuah kesepakatan antara dua pihak, dan masing-masing pihak mendapatkan apa yang paling mereka inginkan.

Kajiman: Iblis Terkejam Penagih Janji | Durasi: 1 jam 39 menit | Wahana: Bioskop | Sutradara: Adriyanto Dewo | Penulis: Adriyanto Dewo | Produksi: Visionari Capital dan Relate Films | Pemeran: Aghniny Haque, Jourdy Pranata, Tyo Pakusadewo, Sekar Sari, Mian Tiara, Rukman Rosadi, Ully Triani Nursolihati, Iedil Dzuhrie Alaudin, Vonny Anggraini, dan Bey Saptomo.

Penulis : Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro