Kenali Sederet Jenis Limbah Pabrik yang Berbahaya Bagi Kesehatan/ solopos.com.
Health

Sederet Jenis Limbah Pabrik yang Berbahaya Bagi Kesehatan

Mutiara Nabila
Selasa, 23 Januari 2024 - 13:18
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pencemaran dari limbah industri masih menjadi masalah yang sulit terpecahkan. Pasalnya, tidak ada keseriusan pihak-pihak terkait untuk bertanggung jawab dan menyelesaikan masalah ini. 

Padahal, bahaya yang disebabkan dari limbah yang dihasilkan pabrik dan industri tanpa disadari ada di mana-mana dan mengintai seluruh masyarakat. 

Tak perlu jauh-jauh, selama beberapa tahun terakhir, kali di Bekasi tercemar limbah industri yang membuat kali tersebut berbau tidak sedap, hitam, berbuih, dan membuat warga sekitarnya kesulitan air bersih. 

Tak hanya itu, zat-zat yang terkandung dalam limbah pabrik juga dapat menimbulkan banyak penyakit berbahaya yang mematikan. 

Selain itu, limbah berbahaya dari pabrik atau industri mengandung bahan kimia, logam berat, atau zat beracun lainnya yang berpotensi merusak lingkungan dan kesehatan manusia. 

Risiko yang ditimbulkan oleh limbah industri meliputi polusi udara, tanah, dan air, serta dampak jangka panjang pada ekosistem dan kehidupan manusia. 

Berikut ini sederet zat berbahaya yang dapat ditemukan dalam limbah pabrik, terutama limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun):

1. Air Raksa / Merkuri

Air raksa atau merkuri dapat ditemukan dalam limbah industri yang memproses klorin, produksi coustic soda, industri metalurgi dan elektroplating, pabrik kimia, tinta, kertas, penyamakan kulit, pabrik tekstil, farmasi, dan penambangan emas. 

Hasil limbah ini bisa terserap ke dalam tanah dan mencemari air dan berpotensi terpapar ke pekerja pabrik dan masyarakat di lingkungan sekitar, termasuk janin, bayi, dan anak-anak. 

Jika terpapar pada ibu hamil zat ini bisa menembus plasenta dan menyebabkan keracunan pada janin dan bayi yang disusui. Selain itu, orang yang mengonsumsi ikan dari perairan bermerkuri juga berpotensi terpapar. 

Merkuri termasuk bahan teratogenik atau bisa masuk ke dalam seluruh pembuluh darah hingga ke otak. Efek terpapar merkuri di antaranya adalah penyakit ginjal, tremor, kehilangan daya ingat.

Selain itu, paparan merkuri juga mempunyai efek pada kerusakan janin dan terhadap pertumbuhan bayi. Bayi yang dilahirkan dari ibu yang terpapar merkur bisa menderita kerusakan otak, retardasi mental, tuli, kebutaan, mikrosefali, cerebral palsy, dan gangguan menelan. 

Efek lainnya bisa berdampak pada sistem pernafasan dan pencernaan makanan dan dapat terjadi keracunan akut sampai kerusakan hati. 

2. Chromium

Chromium adalah suatu logam yang digunakan oleh industri metalurgi, kimia, dan refractory. Dalam industri metalurgi, chromium merupakan komponen penting dari stainless steels dan berbagai campuran logam.

Dalam industri kimia, chromium digunakan sebagai pigmen cat, untuk plating, penyamakan kulit, dan pengolahan wol. 

Limbah padat dari tempat pemrosesan chromium yang dibuang ke tanah dapat menjadi sumber kontaminan terhadap air tanah.

Paparan chromium bisa terjadi dengan cara terhirup, terutama oleh para pekerja, terkena kulit, atau terkonsumsi melalui cemaran pada air. 

Dampak terpapar chromium bagi kesehatan di antaranya bisa merusak paru-paru, ginjal, lever, kulit dan sistem imunitas.

Jika terpapar pada kulit bisa menyebabkan dermatitis berat. Bila terhirup dapat mengakibatkan necrosis tubulus renalis pada ginjal, dan pada hati dapat menyebabkan necrosis hepar yang menyebabkan gagal fungsi organ. 

3. Cadmium 

Cadmium merupakan bahan logam yang umumnya ditemukan dalam produk pengecoran seng, timah atau tembaga cadmium yang banyak digunakan berbagai industri, terutama plating logam, pigmen, baterai dan plastik.

Sumber utama paparan cadmium berasal dari makanan karena makanan menyerap dan mengikat zat tersebut, misalnya dari tanaman dan ikan. Tidak jarang cadmium juga dijumpai dalam air karena adanya resapan dari tempat buangan limbah bahan kimia.

Beberapa efek yang ditimbulkan akibat paparan cadmium adalah adanya kerusakan ginjal, liver, testes, sistem imunitas, sistem susunan saraf dan darah.

4. Cupper (Cu) / Tembaga

Tembaga merupakan logam berwarna kemerah-merahan dipakai sebagai logam murni atau logam campuran dalam pabrik kawat, pelapis logam, pipa dan lain-lain.

Zat ini bisa terpapar melalui pernafasan, terkonsumsi, atau terkena kulit yang berasal dari berbagai bahan yang mengandung tembaga. 

Tembaga juga terdapat pada tempat pembuangan limbah bahan berbahaya. Senyawa tembaga yang larut dalam air akan lebih mengancam kesehatan. 

Tembaga yang masuk ke dalam tubuh bisa dengan cepat masuk ke peredaran darah dan didistribusi ke seluruh tubuh. Zat ini tidak berbahaya, bahkan diperlukan tubuh jika berasal dari asupan makanan dengan takaran 1mg per hari. 

Namun, jika terpapar dengan takaran lebih tinggi, dapat membahayakan tubuh. Bila minum air dengan kadar tembaga tinggi bisa mengakibatkan muntah, diare, kram perut dan mual. 

Bila takaran yang terkonsumsi sangat tinggi juga dapat mengakibatkan kerusakan liver dan ginjal, bahkan sampai kematian.

5. Timah Hitam 

Limbah timah hitam dapat ditemukan dalam limbah pabrik plastik, percetakan, peleburan timah, pabrik karet, pabrik baterai, kendaraan bermotor, pabrik cat, tambang timah dan sebagainya.

Zat ini bisa terpapar pada manusia melalui oral atau tertelan dan terhirup. Dampak paparan zat ini dalam jangka panjang pada kesehatan di antaranya gangguan pada saraf perifer dan sentral, sel darah, gangguan metabolisme Vitamin D dan Kalsium sebagai unsur pembentuk tulang, dan gangguan ginjal secara kronis.  

Zat ini juga dapat menembus placenta sehingga mempengaruhi pertumbuhan janin.

Halaman:
  1. 1
  2. 2
Penulis : Mutiara Nabila
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro