Waduh.. Tiket LARC EN CIEL ludes dalam 4 menit!

JAKARTA: L’Arc en Ciel, band legenda pengusung aliran musik J-Rock asal Jepang akhirnya mampir ke Indonesia dalam rangkaian L’Arc en Ciel 20th Anniversary World Tour di Lapangan D Senayan, 2 Mei 2012.
Peni Widarti | 26 April 2012 10:31 WIB

JAKARTA: L’Arc en Ciel, band legenda pengusung aliran musik J-Rock asal Jepang akhirnya mampir ke Indonesia dalam rangkaian L’Arc en Ciel 20th Anniversary World Tour di Lapangan D Senayan, 2 Mei 2012.

 

LA Lights bekerja sama dengan Marygops Studios akan menghadirkan band asal Jepang L’Arc en Ciel, untuk menyapa para penggemarnya di Indonesia dengan sajian pengalaman luar biasa melalui sebuah konser yang atraktif.

 

Band bernuansa rock punk ini pertama didirikan pada 1992 dan menelurkan album perdananya setahun kemudian.

 

Melalui genre yang sekarang biasa disebut sebagai J-Rock, L’Arc en Ciel telah menghasilkan 12 album dan menginspirasi begitu banyak grup musik dengan aliran serupa, termasuk J-Rocks dari Indonesia.

 

Mengawali konser dunianya di Hongkong dan berakhir di Honolulu, Indonesia merupakan negara kesembilan yang dikunjungi. Rangkaian konser ini merupakan kali pertama L’Arc en Ciel mengunjungi dua negara di Asia Tenggara yaitu Singapura dan Indonesia.

 

“L’Arc en Ciel pernah meraih rekor penjualan tiket tercepat pada 2006 untuk konser L’Anniversary di Tokyo Dome, dimana dalam waktu 4 menit tiket habis terjual. Hal ini terjadi di banyak tempat lainnya, termasuk di Jakarta,” ujar Peter Harjani, Project & Creative Director Marygops Studios, Kamis 26 April 2012.

 

L’Arc en Ciel dibentuk pada 1991 di Osaka dengan formasi terkini, yaitu Tetsuya sebagai bassis, Hyde vokalis, Ken gitaris dan Yukihiro drum.

 

Masa produktif

Dekade pertama dari perjalanan karir mereka merupakan masa sangat produktif, diakhiri dengan pengakuan berbagai elemen industri musik yang menandai perjalanan karir L’Arc en Ciel sebagai band rock yang diterima oleh pecinta music.

 

Album kedelapan, Real yang dirilis pada tahun 2000 adalah album penutup dekade pertama band ini sebelum mereka beristirahat selama 3 tahun.

 

Ready, Steady, Go adalah single pertama yang diluncurkan setelah masa istirahat berakhir di 2004, album Smile kemudian dirilis untuk melengkapi kembalinya mereka ke dunia musik.

 

L’Arc en Ciel mulai merambah pasar Amerika Serikat pada 2004, dengan melakukan penampilan pertamanya di Baltimore, Maryland, yang dihadiri oleh 1.200 penonton.

 

Empat tahun kemudian mereka masuk  Eropa dengan digelarnya Asia-Europe Tour yang disaksikan oleh lebih dari 320.000 penonton.

 

Memperingati 20 tahun keberadaannya, mereka melakukan tur dunia dan meluncurkan album Butterfly awal tahun ini.

 

Penampilan L’Arc en Ciel dalam konsernya di Indonesia diklaim akan ditunjang dengan berbagai peralatan canggih, menjadikan LA Lights Concert L’Arc en Ciel 20th Anniversary World Tour salah satu perhelatan akbar yang akan terus diingat.

 

Maya Shintawati, Brand Manager LA Lights mengatakan pihaknya selalu berusaha menampilkan konser yang atraktif, dari permainan maupun tata panggung. (Bsi)

Tag :
Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top