Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DETEKSI KANKER: Terapi Dini Bisa Perpanjang Kualitas Hidup

BISNIS.COM,JAKARTA: Deteksi dini kanker sangat penting untuk memperpanjang kualitas hidup.Kini ada kemajuan penatalaksanaan pada kanker kolorektal, dengan pilihan baru berupa terapi sasaran (targeted therapy) untuk mengoptimalkan pengobatan anti-kanker.Dokter
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 03 April 2013  |  19:48 WIB

BISNIS.COM,JAKARTA: Deteksi dini kanker sangat penting untuk memperpanjang kualitas hidup.

Kini ada kemajuan penatalaksanaan pada kanker kolorektal, dengan pilihan baru berupa terapi sasaran (targeted therapy) untuk mengoptimalkan pengobatan anti-kanker.

Dokter Aru W. Sudoyo, dari Sub Spesialis Hematologi Onkologi Medik Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, mengatakan terapi sasaran adalah terapi yang hanya menyerang sel kanker, tanpa mengganggu sel yang sehat.

"Terapi ini tersedia bagi penanganan beragam kanker, diantaranya kanker kolorektal," katanya dalam acara Roche Media Health Forum di Jakarta, Rabu (3/4).

Menurut Aru, terapi sasaran berbeda dengan kemoterapi. Tidak diberikan secara tunggal, tapi secara kombinasi dengan kemoterapi kepada pasien kanker kolorektal metastatik.

"Terapi ini memiliki target tertentu dengan tujuan untuk mengendalikan perkembangan dan penyebaran kanker. Karena itu efek sampingnya lebih ringan dibandingkan dengan kemoterapi," ujarnya.

Aru menambahkan pada kanker tipe ini, terapi dasarnya diberikan secara kombinasi dengan tujuan untuk memperpanjang peluang dan kualitas hidup pasien.

Kalau selama ini pasien dengan kanker stadium 4 masa hidupnya diperkirakan sampai 6 bulan ke depan. "Dengan kombinasi terapi sasaran dan kemoterapi, diperkirakan bisa bertahan hidup hingga 30 bulan," kata Dokter Arya Wibitomo, Head of Medical Affairs PT Roche Indonesia.

Aru menjelaskan salah satu contoh jenis tetapi sasaran adalah antibodi monoklonal. Anti bodi monoklonal dapat merangsang sistem kekebalan tubuh alamiah, yang secara khusus menyerang sel kanker.

"Pada penatalaksanaan kanker kolorektal, terapi sasaran antibodi monoklonal bevacizumab merupakan tetapi anti-angiogenesis, yang pertama mendapat persetujuan secara luas," ujarnya.

Bevacizumab merupakan antibodi monoklonal yang menyerang dan menghangatkan Vascular Growth Factor (VEGF), guna mengendalikan pertumbuhan tumor, dengan cara menghangatkan pasokan oksigen dan nutrisi ke sel kanker, sehingga sel akan mati.

"Bevacizumab diberikan secara kombinasi dengan bermacam jenis kemoterapi, maupun terapi anti kanker lainnya. Pemberian antibodi ini menambah efek samping yang minim, di luar efek samping kemoterapi maupun anti kanker lainnya," tambah Arya.(Foto:nytimes)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanker terapikanker kemoterapi antibodi
Editor : Others

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top