Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menjaga Kesehatan Tulang Belakang

Kesehatan tulang belakang sangat penting dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Bila ada gangguan pada tulang belakang, kegiatan tentunya akan terhambat dan bisa berakibat fatal bagi kesehatan tubuh.
Rahmayulis Saleh
Rahmayulis Saleh - Bisnis.com 31 Oktober 2013  |  22:17 WIB
Menjaga Kesehatan Tulang Belakang
Diskusi tentang kesehatan tulang belakang - Bisnis/Rahmayulis Saleh

Bisnis.com, JAKARTA—Kesehatan tulang belakang sangat penting dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Bila ada gangguan pada tulang belakang, kegiatan tentunya akan terhambat dan bisa berakibat fatal bagi kesehatan tubuh.

Fachrisal dari Tim Dokter Ramsay Spine Center RS Premier Bintaro mengatkaan bagian-bagian yang terdapat pada tulang belakang sangat rentan.

“Bila kita salah dalam melakukan aktivitas seperti mengangkat barang yang berat, atau posisi duduk yang salah, bisa mengakibatkan tulang belakang dan sarafnya terasa nyeri,” ujar Dokter Fachrisal dalam Health Talk tentang operasi tulang belakang dengan minimal invasive spine surgery (MISS), di Jakarta, Kamis (31/10/2013).

Nyeri tersebut, katanya, bersifat menjalar ke tangan atau kaki. Nyeri ini dapat berlangsung secara mendadak selama 4-6 minggu, atau menahun, bahkan sampai seumur hidup.

Keluhan lainnya, tambah Dokter Hermantya, juga Tim Dokter Ramsay Spine Center, dapat berupa keram dan kesemutan, sampai keluhan yang sudah menganggu aktivitas sehari-hari, seperti rasa tebal disertai kelemahan anggota gerak (kaki dan tangan).

Selain itu, gangguan buang air besar dan kecil, disfungsi seksual, maupun kelumpuhan parsial atau total di kaki.
Menurutnya, cidera patah tulang belakang, osteoporosis, infeksi, tumor, atau kelainan bentuk tulang belakang (skoliosis) merupakan masalah lain yang juga dapat ditemui pada kasus tulang belakang dan saraf tulang belakang.

“Bila hal tersebut terjadi, maka harus ada penanganan khusus dari spesialis ortopedi. Penanganan tersebut bisa berupa terapi, juga operasi tulang belakang,” ujar Hermantya, SpOT (K-Spine).

Dia menjelaskan dengan kemajuan teknologi untuk menangani permasalahan tulang belakang, dikenal teknik pembedahan minimal invasive spain surgery (MISS). “Dengan cara pembedahan ini dapat dilakukan tanpa harus membuka jaringan otot,” katanya.

Secara umum, lanjutnya, tingkat keberhasilan operasi MISS ini bisa mencapai 90%--98%. Begitu juga dilihat dari faktor keamanan operasi terbilang cukup aman, karena tidak dilakukan pembukaan otot-otot tulang belakang.

“Pasien juga mendapatkan banyak keuntungan, karena pasca operasi dengan MISS, pasien tidak akan lagi mengalami rasa nyeri atau linu pada tulang belakang,” ujarnya.

Selain itu pasien tidak harus mengonsumsi obat-obatan dengan dosis tinggi yang bisa berdampak pada ketergantungan. “Dan terpenting, masa pemulihan menjadi lebih cepat, sehingga pasien bisa segera pulang dan berkumpul dengan keluarganya,” ungkap Hermantya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyakit tidak menular biaya rumah sakit kesehatan masyarakat
Editor :

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top