Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penderita Diabetes Terus Meningkat

Federasi Diabetes Internasional mengemukakan penyakit diabetes membunuh satu orang setiap enam detik, dan menimpa 382 juta orang di seluruh dunia.
Linda Teti Silitonga
Linda Teti Silitonga - Bisnis.com 14 November 2013  |  18:17 WIB
Penderita Diabetes Terus Meningkat
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA— Federasi Diabetes Internasional (International Diabetes Federation/IDF) mengemukakan penyakit  diabetes membunuh satu orang setiap enam detik, dan menimpa 382 juta orang di seluruh dunia.

Federasi Diabetes Internasional mengatakan pihaknya akan berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di dunia terkait penyakit diabetes tersebut.

"Diabetes menjadi masalah besar, meningkat bahkan melampaui proyeksi sebelumnya.," kata Leonor Guariguata, seorang ahli epidemilogi dan koordinator proyek untuk IDF Diabetes Atlas  seperti dikutip Bloomberg, Kamis (14/11/2013).

Jumlah kasus diabetes telah naik 4,4% selama 2 tahun terakhir, seperti angka baru yang dirilis federasi berbasis di Belgia hari ini, seperti dikutip Antara (14/11/2013).

Orang yang terkena penyakit ini diperkirakan akan naik 55%,  menjadi 592 juta pada tahun 2035. Padahal  hanya ada 285 juta penderita di seluruh dunia pada tahun 2009.

Penyebab utama peningkatan tersebut antara lain disebabkan pola makan yang buruk , gaya hidup, dan obesitas.

Diabetes merupakan penyakit yang disebabkan oleh kurangnya insulin, yang dibutuhkan tubuh untuk mengubah gula darah menjadi energi .

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

diabetes diabetes mellitus diabetes melitus

Sumber : Bloomberg

Editor : Linda Teti Silitonga
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top