Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Awas, Banyak Anak Stres Pikirkan Masa Depan

Masa kanak-kanak biasanya selalu diisi dengan keceriaan dan masa bermain. Namun, ternyata banyak dari anak-anak yang justru kerapkali merasa stress karena khawatir mengenai masa depannya
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 10 Februari 2014  |  15:41 WIB
Awas, Banyak Anak Stres Pikirkan Masa Depan
Stres Anak - Bundaibu
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA— Masa kanak-kanak biasanya selalu diisi dengan keceriaan dan masa bermain. Namun, ternyata banyak dari anak-anak yang justru kerapkali merasa stress karena khawatir mengenai masa depannya.

Fakta itu terungkap dari survei yang dilakukan National Childrens Bureau, yang menunjukkan dua dari tiga anak sering stress memikirkan nasibnya dimasa depan.

Berdasarkan survey yang dilakukan kepada 1.500 anak-anak berusia 11-15 tahun, sebanyak 46% nya mengaku khawatir bagaimana karir mereka di masa depan, dan bagaimana mereka bisa mendapatkan uang untuk membiayai hidupnya kelak.

Selain khawatir tentang karir masa depannya, sebagian lainnya juga mengaku sering stress karena sering dipandang berdasarkan penampilannya, bukan kemampuannya. Akibatnya, mereka juga sering stress hingga berniat diet.

Sementara itu, menurut penelitian dari National Childrens Bureau mengatakan masalah bullying, saat ini sudah bergeser dari kasus yang terjadi di lingkungan sekolah, dan beralih ke media sosial. Sehingga tekanan bully bisa terjadi dalam 24 jam dan tujuh hari kepada anak.

Hampir seperempat dari anak yang disurvey, juga pernah mengalami bullying di online dan 11% diantaranya sering merasa tertekan atas kondisi itu. Secara total, sebanyak 83% nya pernah stress karena bully, dan 11% nya bahkan mengaku stress setiap hari karena tekanan itu.

Tingkat stres anak pada hidupnya juga terlihat dari pengakuan 15% dari anak berusia 11 tahun mengatakan mereka sudah berniat untuk operasi plastic.Hal itu, umumnya dipicu dari banyaknya tekanan yang mereka dapatkan dari ejekan rekan sebayanya.

Psikolog Linda Papadopoulos mengatakan fakta ini menunjukkan jika anak-anak di jaman sekarang memiliki tekanan lebih besar. “Ini menjadi alarm buat kita. Banyak anak stress yang tidak seharusnya.

Studi itu juga menemukan 66% anak berusia sekitar 11-15 tahun menghabiska waktu lebih dari tiga jam di depan televisi atau layar computer.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stress

Sumber : Mirror

Editor : Ismail Fahmi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top