Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ASAL USUL Cikini Terkenal Karena Ada TIM

Cikini merupakan wilayah kelurahan di kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, yang cukup terkenal di Ibu Kota dan di Tanah Air.
Nurudin Abdullah
Nurudin Abdullah - Bisnis.com 15 Oktober 2014  |  23:57 WIB
ASAL USUL Cikini Terkenal Karena Ada TIM
Cover buku 212 Asal/Usul Djakarta Tempo Doeloe.

Bisnis.com, JAKARTA - Cikini merupakan wilayah kelurahan di kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, yang cukup terkenal di Ibu Kota dan di Tanah Air.

Terkenalnya Cikini karena di daerah ini terdapat pusat kesenian Taman Ismail Marzuki (TIM), yang pada era 1960-an sebagai kebun binatang yang kemudian dipindahkan ke Ragunan.

Selain itu, Zaenuddin HM, dalam buku karyanya berjudul “212  Asal-Usul Djakarta Tempo Doeloe,” setebal 377 halaman yang diterbitkan Ufuk Press pada Oktober 2012, mengungkapkan masih ada banyak tempat penting selain TIM.  

Adapun tempat tersebut antara lain gedung Planetarium, Pasar Kembang Cikini, dan Pusat Keranjang Cikini, serta Stasiun Kereta Api Cikini.

Selain itu juga terdapat  bangunan bersejarah Masjid Jami Cikini di Jl Raden Saleh Menteng dan makam keramat Habib Abdurrahman Al Habsyi atau Makam Keramat Cikini.

Selanjutnya, Zaenuddin HM, dalam buku karyanya berjudul “212  Asal-Usul Djakarta Tempo Doeloe,” setebal 377 halaman, diterbitkan oleh Ufuk Press pada Oktober 2012 juga menjelaskan, dahulu mayoritas penduduk Cikini adalah etnis Betawi

Nama Ciki juga dikenal luas karena pernah terjadi banyak peristiwa bersejarah di sana, salah satunya adalah upaya pembunuhan Presiden Soekarno.

Peristiwanya, yang terjadi pada 30 November 1957, ketika Perguruan Cikini menggelar acara perayaan ulang tahun ke-15.

Para para orang tua murid datang, termasuk Presiden Soekarno yang merupakan orang tua dari Guntur, Megawati, Rahmawati, Sukmawati, dan Guruh yang sekolah di situ.

Pada saat acara perayaan HUT itu berlangsung, tiba-tiba ada yang melempar granat dan meledak. Beruntunglah, Bung Karno dan keluarganya selamat dari peristiwa itu.

Namun, peristiwa itu menelan korban 9 orang meninggal dan 100 orang luka parah. Kebanyak korban adalah murid-murid sekolah tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

buku sejarah
Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top