Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Popok Pengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Praktisi kesehatan berpendapat bahwa popok bayi, dan balita memengaruhi tumbuh kembang anak.
Marta Fitria
Marta Fitria - Bisnis.com 11 Desember 2014  |  17:16 WIB
Popok bayi - howstuffworks.com
Popok bayi - howstuffworks.com

Bisnis.com, JAKARTA—  Praktisi kesehatan berpendapat bahwa popok bayi, dan balita memengaruhi tumbuh kembang anak.

Bayi yang sehat memiliki tumbuh kembang yang baik. Hal itu ditandai dengan senyum ceria bayi yang bisa menstimulasi kemampuan motorik, berbahasa, dan bersosialisasi dengan sekitarnya.

Namun, si kecil pasti merasa susah untuk tersenyum ketika kulit bokongnya terasa tidak nyaman, selalu lembab, dan sering terkena ruam akibat penggunaan popok yang tidak sesuai dengan kulit bayi. Kulit bayi itu terlalu tipis dan sensitif, sehingga rentan terkena gangguan kulit.

"Perkembangan anak yang baik itu dibentuk pada dua tahun pertama mereka. Tumbuh kembang anak selain dipengaruhi faktor internal (genetik, ras, usia, jenia kelamin), dan faktor eksternal (nutrisi, penyakit, lingkungan, simulasi), juga dipengaruhi popok yang digunakannya," ujar Herbowo Soetomenggolo, dokter spesialis anak dalam acara Diskusi Kesehatan Anak Bersama Merries Good Skin pada Selasa (9/12/2014) di Puskesmas Mekarwangi, Bogor, Jawa Barat.

"Popok yang berkualitas baik bisa membuat anak merasa nyaman saat tidur atau melakukan aktivitas lainnya. Orangtua harus menjaga agar anak dapat tidur dengan baik dan nyaman dengan cara memilih popok yang benar. Orangtua juga harus tau masalah apa yang akan timbul jika si kecil menggunakan popok yang salah," tambah Herbowo.

Salah satu masalah kulit yang sering dialami anak karena popok adalah ruam popok (diaper rash). Ruam popok adalah kondisi peradangan atau gangguan kulit di daerah yang tertutup popok.

Biasanya bagian yang terkena adalah area pantat anak yang mengalami iritasi, merah- merah, dan lecet pada kulit.

Sekitar lebih dari 30% bayi dan balita di Indonesia mengalami ruam popok. Ini terjadi karena orangtua tak peduli dengan jenis popok, popok yang dipakai sepanjang hari dan jarang diganti, ruam popok dicegah dengan bedak, lotion, cream, popok dipakai tidak sesuai ukuran, dan popok kain dicuci asal bersih.

Penggunaan popok sekali pakai yang tak tepat mengakibatkan gangguan kulit pada anak, sehingga bayi merasa tidak nyaman, dan memberikan dampak kurang baik bagi pertumbuhan anak, seperti anak menjadi rewel, cengeng, mudah marah. Ini tentunya akan menghambat tumbuh kembangnya.

Oleh karena itu, orangtua harus bisa memilih dan menggunakan popok sekali pakai yang berkualitas baik. Popok berkualitas baik harus memiliki beberapa kriteria, seperti bahannya lembut, daya serap baik, tetap kering, sehingga tidak lembab di dalam popok, dan tidak meninggalkan bekas kerutan pada pinggang.

“Jangan lupa pilih popok yang sesuai dengan ukuran anak, jangan terlalu longgar dan jangan terlalu sempit,” katanya. (Bisnis.com)

 BACA JUGA:

KORUPSI TRANSJAKARTA: Seorang Lagi Tersangka Ditahan

Pejabat Pemprov DKI Bikin Ahok Stres

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri popok

Sumber : Bisnis.com

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top