Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Demam Batu Akik Bikin Pengrajin Perak Kebanjiran Order

Pengusaha kerajinan perak di Kotagede, Yogyakarta, ketiban pesanan cincin pengikat atau cincin rangka, seiring gandrungnya masyarakat pada batu akik.
Pamuji Tri Nastiti
Pamuji Tri Nastiti - Bisnis.com 10 Mei 2015  |  11:27 WIB
Batu akik - Antara
Batu akik - Antara

Bisnis.com, YOGYAKARTA—Pengusaha kerajinan perak di Kotagede, Yogyakarta, ketiban pesanan cincin pengikat atau cincin rangka, seiring gandrungnya masyarakat pada batu akik.

Priyo Salim, pemilik industri perak 'Salim Silver' di Kebohan, Kotagede, mengatakan tiga bulan belakangan usahanya terus menerima pesanan cincin untuk pemasangan batu cantik itu. "Sekarang ini, kalau ada yang mau pesan cincin pengikat, sengaja tidak diterima. Sudan inden dua bulan," ujarnya disela-sela rangkaian Media Fam Trip 2015 oleh Hyatt Regency Yogyakarta, Sabtu (9/5/2015).

Saking larisnya pesanan, Salim Silver tidak menerima permintaan konsumen khusus cincin pengikat hingga lebaran pada Juli 2015. Menurut Salim, selama ini cincin pengikat tersebut dipesan polos maupun dengan ukiran khusus, sebagai penyangga aneka rupa batu akik ukuran 0,5 cm-2 cm yang dikerjakan 2-5 hari setiap unit.

"Harga untuk [cincin] pengikat bervariasi tegantung polos atau perlu motif dan harus diukir. Antara Rp75.000 hingga jutaan," ujarnya. Salim mengungkapkan di tengah lesunya penjualan aksesoris dan pernak-pernik souvenir berbahan perak, merebaknya batu akik menjadi salah satu pendukung pemasaran. Pasalnya, selama ini industri logam di Kotagede secara umum hanya laris untuk wisatawan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu akik
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top