Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BERAS SINTETIS: Ganggu Sistem Pencernaan

Beras plastik atau beras sintetis tengah ramai diperbincangkan masyarakat. Secara umum beras plastik sangat berbahaya untuk tubuh manusia.
Tisyrin Naufalty Tsani
Tisyrin Naufalty Tsani - Bisnis.com 22 Mei 2015  |  16:21 WIB
BERAS SINTETIS: Ganggu Sistem Pencernaan
Balita membutuhkan makanan sesuai perkembangan organ pencernaannya - telegraph.co.uk
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA— Beras plastik atau beras sintetis tengah ramai diperbincangkan masyarakat. Secara umum beras plastik sangat berbahaya untuk tubuh manusia.

Komponen dari plastik bukan sesuatu yang bisa dikonsumsi. Sistem pencernaan tak akan mencerna makanan yang mengandung plastik dengan sempurna.

Dokter spesialis penyakit dalam, Ari Fahrial Syam, mengatakan jika mengonsumsi beras plastik, bisa saja terjadi gangguan langsung pada sistem pencernaan secara akut.

“Makanan yang mengandung plastik akan butuh waktu lama berada di dalam lambung,” katanya melalui keterangan resmi, Jumat (22/5/2015).

Hal tersebut akan menimbulkan rasa begah, penuh dan cepat kenyang. Gangguan yang terjadi selanjutnya bisa juga terjadi mual, bahkan muntah. Selain itu, komponen dari plastik tersebut dapat memicu iritasi sistem pencernaan. 

Ari yang merupakan staf Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) ini, menjelaskan proses pembuangan dari makanan yang mengandung plastik juga bisa membuat seseorang diare atau malah susah buang air besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

beras sintetis
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top