Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Batu Akik Ternyata Berkaitan dengan Penyakit DBD?

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan menunjukkan jentik nyamuk pada kaleng rendaman batu akik.
Tisyrin Naufalty Tsani
Tisyrin Naufalty Tsani - Bisnis.com 04 Juli 2015  |  08:14 WIB
Batu Akik Ternyata Berkaitan dengan Penyakit DBD?
Ilustrasi-Fogging untuk pencegahan demam berdarah - Antara

Bisnis.com, JAKARTA-- Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan tengah melakukan penelitian resistensi insektisida. Peneliti Balitbangkes melakukan kunjungan rumah penduduk, untuk melihat ada tidaknya jentik nyamuk.

Setelah itu, jentik nyamuk diambil lalu diperiksa di laboratorium. Hasilnya akan didapat pada akhir tahun ini.

Tjandra Yoga Aditama, Kepala Balitbangkes Kemenkes, mengatakan dari pengalaman pengumpulan data di lapangan selama ini, ada empat temuan yang didapatkan dan perlu jadi perhatian.

Menurutnya, pada sebagian rumah yang didatangi, ternyata ada kaleng, panci, atau ember kecil yang dipakai merendam bongkahan batu akik.

"Pada sebagian besar rendaman batu akik ini maka peneliti kami menemukan jentik nyamuk Aedes aegypti yang dapat menularkan virus Dengue dan menyebabkan penyakit Deman Berdarah Dengue [DBD]," katanya melalui keterangan resmi Jumat (3/7/2015).

Dia mengingatkan masyarakat agar jangan merendam bongkahan batu akik dalam air selama berhari-hari. Tanpa diganti airnya, jentik nyamuk ternyata ditemukan hidup di sana.

Jadi jika akan merendam batu akik agar terlihat lebih bagus, katanya, maka air rendaman harus diganti setiap hari atau dua kali sehari lebih baik.

"Jangan sampai demam batu akik‎ kemudian malah menjadi penyebab terjadinya demam beneran akibat DBD," jelasnya lagi.

Penemuan lainnya sekitar 30 - 50 % rumah yang dikunjungi ternyata ada jentik nyamuknya, sehingga tentu saja kemungkinan mendapat DBD ‎jadi besar.

Tim peneliti juga cukup sering menemukan jentik nyamuk di bawah tempat meletakkan gelas di dispenser. Nampaknya air yang turun dari keran dispenser sebagian jatuh ke bawah alas dan didiamkan oleh pemiliknya. Kemudian tumbuhlah jentik nyamuk Aedes penular DBD.

Dari pembicaraan dengan pemilik rumah cukup banyak yang mengatakan bahwa mereka sudah mengosongkan bak secara berkala.

Menurutnya walau bak sudah kosong, tapi di dinding bak sudah terlanjur ada telur nyamuk, dan bila bak diisi air maka telur akan menetas dan jadi nyamuk kembali. Artinya, tidak cukup hanya mengosongkan bak, tapi dinding bak harus disikat, supaya telur nyamuk hilang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demam berdarah
Editor : Andhina Wulandari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top