Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Obat-Makanan Ilegal Senilai Rp2,75 Miliar Dimusnahkan

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Jumat (31/7/2015, memusnahkan obat dan makanan ilegal senilai Rp2,75 miliar.
Febriany Dian Aritya Putri
Febriany Dian Aritya Putri - Bisnis.com 31 Juli 2015  |  12:33 WIB
Petugas Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menunjukkan obat ilegal yang berhasil disita dalam sebuah penggerebekan di Ruko Golden Bulevard, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (7/5/2015). - Antara/Muhammad Iqbal
Petugas Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menunjukkan obat ilegal yang berhasil disita dalam sebuah penggerebekan di Ruko Golden Bulevard, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (7/5/2015). - Antara/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, MEDAN-- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Jumat (31/7/2015,  memusnahkan obat dan makanan ilegal senilai Rp2,75 miliar.

Adapun, obat dan makanan ilegal tersebut merupakan hasil temuan dan pengawasan pada tahun 2014.

Kepala BPOM Roy Sparingga menuturkan, obat dan makanan ilegal yang dimusnahkan telah mendapatkan kekuatan hukum tetap. Dia memerinci, pemusnahan didominasi oleh obat tradisional tanpa izin edar sebanyak 117 item atau 1dalam 185.376 kemasan senilai Rp1,75 miliar.

"Selanjutnya ada makanan tanpa izin edar sebanyak delapan item atau 129.788 kemasan senilai Rp906,68 juta dan kosmetik tanpa izin edar 119 item atau 2.400 kemasan senilai Rp88,79 juta," ucapnya.

Lebih lanjut Roy mengatakan,  temuan tersebut merupakan hasil kerja sama banyak pihak yakni Balai Besar POM Medan, kepolisian, kejaksaan, YLKI dan instansi terkait lainnya.

"Kami menginginkan di Sumut, kerja sama pengawasan dapat terus berjalan baik. Kami juga memohon bantuan dari masyarakat untuk ikut mengawasi dan mengadukan kepada kami jika mendapati obat dan makanan ilegal,"pungkas Roy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obat bpom
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top