Kineforum Adakan Program 50 Tahun Tragedi 1965

Pada September dan Oktober 2015 ini, Kineforum mengajak penonton untuk menilai bagaimana film memiliki peranan penting dalam tragedi 1965, baik dulu, sekarang, bahkan nanti. Termasuk, bagaimana film mampu mengekalkan kekuasaan yang bermula dari moncong senapan sampai melalui bidikan kamera.\n
Tisyrin Naufalty Tsani | 24 September 2015 01:21 WIB
Penonton dikenai biaya tiket sebesar Rp10.000 untuk menyaksikan film ini di Kineforum. - twitter

Bisnis.com, JAKARTA—Pada September dan Oktober 2015 ini, Kineforum mengajak penonton untuk menilai bagaimana film memiliki peranan penting dalam tragedi 1965, baik dulu, sekarang, bahkan nanti.  Termasuk, bagaimana film mampu mengekalkan kekuasaan yang bermula dari moncong senapan sampai melalui bidikan kamera.

Melalui keterangan resmi yang diterima Bisnis Rabu (23/9/2015) dijelaskan dalam program 50 Tahun Tragedi 1965 ini, Kineforum akan memutarkan tiga film pilihan di antaranya:
1. Pengkhianatan G30S/PKI (Arifin C.Noer, 1982, 271 menit), merupakan film yang paling berpengaruh dalam membicarakan tragedi 1965 pada saat rezim Orde Baru. Film yang diproduksi selama dua tahun ini melibatkan sekitar 10.000 orang jumlah pemain pendukung, berdurasi hampir 4,5 jam, serta memiliki rekor jumlah investasi, pendapatan, dan penonton. Film ini bahkan sempat menjadi tontonan wajib untuk pelajar dan diputar secara konsisten setiap 30 September malam di televisi.

2. Djakarta 1966 (Arifin C.Noer, 1982, 127 menit). Djakarta 1966 berkisar demonstrasi mahasiswa yang tergabung dalam KAMI dan KAPPI serta proses kelahiran Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada 1966.

3. Gema Kampus 66 (Nico Pelamonia, 1988, 110 menit), film ini menceritakan kehidupan aktivis dan pimpinan gerakan mahasiswa pada 1966 yang bersimpang jalan saat keadaan sudah normal.

Penayangan program ini juga akan dilengkapi dengan diskusi Bahasa Film Pengkhianatan G30S/PKI pada Minggu, 27 September 2015 pukul 20.00. Bonnie Triyana (Pemimpin Redaksi Historia) dan Adrian Jonathan Pasaribu (kritikus film) akan hadir sebagai pembicara. 

Ketiga film tersebut akan diputar dalam format 35 mm. Kapasitas 45 kursi dan gratis. Kineforum merupakan bioskop non komersial pertama di Jakarta yang mengajak menonton film serta diskusi.

Tag : film
Editor : Bastanul Siregar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top