Film The Big Short: Komedi Dalam Krisis Ekonomi 2008

Mungkin tak ada yang bisa ditertawakan dari kejadian krisis ekonomi di Amerika Serikat 2008. Sutradara Adam McKay membalutnya dengan komedi agar terlihat lebih mudah dicerna.
Duwi Setiya Ariyanti | 10 Januari 2016 09:43 WIB
The Big Short - imdb.com

Bisnis.com, JAKARTA--Mungkin tak ada yang bisa ditertawakan dari kejadian krisis ekonomi di Amerika Serikat 2008. Sutradara Adam McKay membalutnya dengan komedi agar terlihat lebih mudah dicerna.

Sulit memang mencari bagian mana yang bisa membuat penonton terhibur dengan film yang diangkat dari buku karya Michael Lewis. Pasalnya, bagaimanapun juga krisis ekonomi 2008 membuat jutaan orang di Amerika Serikat menjadi tuna wisma dan pengangguran.

Kisah berawal dari Michael Burry (Christian Bale) seorang manajer keuangan di perusahaan sekuritas. Berlatar tahun 2005, saat itu dia mengamati pergerakan aneh dari pasar kredit properti. Ketika investasi di sektor ini menjadi primadona, gejala justru terlihat dari tingginya angka kredit macet.

Dari situlah, dia berkeliling ke berbagai bank agar bisa memberikan jaminan. Meskipun banyak bank menertawai keputusannya untuk melepas properti di saat yang menguntungkan, dia tak peduli. Instrumen sekuritas baru pun terlahir dari upaya Burry yaitu Credit Default Swap (CDS).

Ternyata, bank besar merespons positif pilihan 'gila' ini hingga akhirnya melahirkan Collateralised Debt Obligations (CDO) yang menyebabkan data tentang debitur semakin kabur karena merupakan turunan dari produk sekuritas dan memiliki risiko tinggi.

Hal ini juga dimanfaatkan Jared Vennett (Ryan Gosling), seorang bankir untuk menggulirkan produk ini ke pasar modal.

Mark Baum (Steve Carell), seorang pialang yang terkenal sulit percaya dengan perkataan orang lain akhirnya melakukan investigasi sebelum menanamkan modalnya. Empat rekannya diminta untuk mendatangi pengembang dan melihat bagaimana kondisi pasar properti.

Dalam perjalanannya, mereka mendapati bahwa banyak pemilik rumah memilih untuk menjualnya. Bahkan, di antaranya didapati dalam keadaan kosong dengan banyak tagihan jatuh tempo.

Di sisi lain, dua pemain saham Charlie Geller (John Magaro) dan Jamie Shipley (Finn Wittrock) ingin meraih keuntungan dengan menjajal produk ini. Dengan bantuan Ben Rickert (Brad Pitt), seorang pensiunan bankir, mereka masuk ke pasar modal.

Namun, ternyata keadaan semakin buruk. Kredit properti yang macet semakin tinggi dan CDO menjadi sangat populer. Praktik pemberian kredit perumahan tanpa meninjau penghasilan peminat kredit telah membuat ketidakmampuan pelunasan kredit perumahan.

Alhasil, perusahaan seperti Merryl Lynch, Goldman Sachs, Northern Rock, UBS, Mitsubishi UFJ tak mampu lagi membayar surat utang properti tersebut yang menyebabkan kebangkrutan.

Burry, Rickert dan Baum menyadari kecurangan di sistem perbankan yang menguntungkan beberapa orang ini membebankan kerugian terhadap masyarakat Amerika Serikat karena meruntuhkan perekonomian.

Adam McKay mencoba menyederhanakan permasalahan ini dengan berbagai cara penjelasan. Sebagai contoh, kehadiran Margot Robbie, Selena Gomez dan Chef Anthony Bourdain yang menjelaskan bagaimana instrumen sekuritas itu memberikan keuntungan serta kerugian.

Kehadiran Selena mungkin akan sedikit mengacaukan logika bila kejadian itu terjadi di sekitar tahun 2006 hingga 2008. Pasalnya, berbeda dengan semua latarnya yang menyesuaikan masa itu, Selena merepresentasikan figur dengan citranya masa kini.

McKay juga coba memberi penjabaran yang lebih ramah penonton melalui perumpamaan dan dialog-dialog berbumbu komedi meskipun untuk beberapa titik sulit untuk menemukan punchline-nya.

Menariknya, gaya pengambilan gambar beberapa kali dibuat seperti dari sudut paparazzi karena pada narasinya sudah disinggung bila masalah tentang dunia perbankan sangatlah membosankan.

Ada juga kesempatan saat pemain berbicara ke kamera seperti saat Vennett memperkenalkan analisnya untuk meyakinkan asumsinya di depan Baum.

Dalam film bergenre drama komedi ini, Brad Pitt yang tampak 10 tahun lebih tua juga berperan di balik layar sebagai produser.

Narasi sejak awal tentang cerita, definisi beberapa konsep dan penjelasan tentang karakter membuat penonton tetap berada di jalur untuk menikmati film ini hingga selesai.

Inti film ini diwakili dengan kutipan Mark Twain yang menyebut hal yang bisa mengantarkan ke masalah besar bukanlah ketidaktahuan, melainkan karena apa yang diyakini sebagai kebenaran ternyata salah.

Kendati bisa membuat tawa, film ini meninggalkan dorongan untuk lebih mengetahui bagaimana potret pasar modal dan dampaknya kepada perekonomian.

Film lain yang memberikan pengalaman hampir sama yaitu Margin Call dan Too Big to Fail.

The Big Short mulai tayang di jaringan bioskop pekan depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
film

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top