Konsumen memadati pusat perbelanjaan produk ritel/Bisnis
Fashion

Pakai Kantung Plastik Harus Bayar, Warga Tak Keberatan

Dini Hariyanti
Senin, 11 Januari 2016 - 17:37
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA—Eva Ichsan, pegawai swasta di Surabaya, mengaku tidak pernah melihat adanya kantong atau tas belanja berulang pakai yang dijajakkan swalayan tempatnya membeli barang.

Alhasil sebanyak apapun belanjaannya semua pasti dibungkus ke dalam kantung plastik.

 "Di sini memang tidak disediakan atau tidak dijual itu kantung tas belanja yang seperti itu [berulang pakai],” ucapnya saat ditemui Bisnis, di Surabaya, Jawa Timur, Senin (11/1/2016).

Perbincangan mengenai kantung plastik serba guna tengah mengemuka belakangan hari.

Hal ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang akan menerapkan kantung plastik berbayar di 17 kota se-Indonesia.

Kabar yang beredar, kebijakan itu akan dirilis bersamaan dengan Hari Peduli Sampah Nasional pada 21 Februari.

Peluncuran ini dilakukan di Jakarta, Bandung, Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang, Solo, Semarang, Surabaya, Denpasar, Palembang, Medan, Balikpapan, Banjarmasin, dan Makassar, Ambon dan Papua.

Di kota Surabaya sendiri populasi sampah plastik terus bertambah. Sejumlah kajian menyatakan pada 1998, sampah plastik di kota ini sekitar 5,5% dari keseluruhan populasi sampah.

Seiring waktu naik menjadi 10,1% pada 2006 lantas memasuki 2010 naik lagi jadi 12,4% setara 10.000 meter kubik.

Pemerintah Kota Surabaya melansir pada 2012 terdapat sampah plastik yang setara dengan 17,2% dari total sampah. Persentase ini bisa terus membengkak seiring dengan peningkatan populasi masyarakat dan konsumsi plastik yang boros.

Dengan asumsi setiap orang menelurkan 700 sampah plastik per tahun, bakal ada 2,1 miliar kantung plastik yang dihasilkan warga. Jumlah ini dengan asumsi penduduk Surabaya sekitar 3 juta jiwa.

Menyoal perkara sampah plasti, Eva mengaku tidak masalah jika peritel harus mengenakan biaya khusus untuk setiap pemakaian kantung plastik. Tapi pendapat soal ini, imbuhnya, bisa berbeda kalau yang ditanya adalah seorang ibu rumah tangga.

“Saya sendiri tidak keberatan diberlakukan kantung berbayar selama harganya di bawah Rp500,” ujar wanita berambut lurus sebahu itu.

Penulis : Dini Hariyanti
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro