Itang Yunasz Hadirkan Koleksi Busana Lebaran Bertajuk "Indonesia Selalu"

Indonesia kaya akan sumber inspirasi yang tidak pernah habis. Perancang mode, Itang Yunasz memperagakan 90 set busana Lebaran bertajuk Indonesia Selalu yang modis dan fresh di Atrium Pusat Grosis Blok B Tanah Abang, Inntercount Lantai LG, Kamis (14/4/2016)
Reni Efita
Reni Efita - Bisnis.com 14 April 2016  |  14:37 WIB
Itang Yunasz Hadirkan Koleksi Busana Lebaran Bertajuk
Koleksi lebaran Itang Yunasz - Bisnis/Reni Efita

Bisnis.com, JAKARTA – Jelang lebaran, perancang mode, Itang Yunasz memperagakan 90 set  busana Lebaran  bertajuk "Indonesia Selalu" dengan sentuhan modis dan fresh. Koleksi tersebut dipamerkan di  Atrium Pusat Grosir Blok B Tanah Abang, Inntercount Lantai LG, Kamis (14/4/2016)

Sudah empat tahun berturut-turut, Itang yang alumni sekolah mode di Italia ini memperagakan koleksi terbaru dari  brand Kamilaa dan Preview untuk pakaian pria untuk Lebaran di pusat grosis garmen tersebut.

Dalam koleksi anyarnya itu, Itang menghadirkan moif-motif kain tenun, batik, ornamen lainya dalam bentuk printing. Itang memang sudah dikenal sebagai perancang mode yang melestarikan motif-motif kain tenun dan batik Indonesia melalui printing. Teknik printing  merupakan pilihan Itang untuk melestarikan motif kain tradisional Indonesia.

Pada kesempatan ittu, Itang memperagakan 60 set busana muslim perempuan dan 30 busana pria. “Indonesia Selalu menjadi inspirasi koleksi, buah jerih payah menyelisik kekayaan wastra Indonesia yang ditransformasikan dalam bentuk motif cetak . Saya mengharapkan orang semakin mengenal motif Indonesia yang kaya, sehingga sadar akan harta kekayaan kain bangsa ini,” kata Itang disela-sela peragaan busana di Tanah Abang, Kamis (14/4/2016).

Pertimbangnya memilih teknik printing untuk melestarika kain Nusantara, karena merupakan sarana yang tercepat dan murah untuk mengenalkan motif kepada khalayak ramai.

Insipirasi motif yang ditampilkan Itang untuk Lebaran  ini yaitu dari tenun NTT, tenun Makassar, motif prada Bali, batik Cirebon, tenun Kalimantan. Bahkan ada pula gabungan beberapa motif yang diprinting dalam bentuk peachwok.

Tata letak motif itu bervariasi. Ada yang seluruhnya bahan bermotif, ada yang bagian depan yang posisi vertikal, ada pula yang bagian lengan dan dada.

Piilhannya pun beragam berbagai rupa diperagakan pada kesempatan tersebut. Yaitu kaftan, tunik, rompi, cape, outer selutut , celana, sarung, palazzo, busana satu potong hingga tiga potong.

Busana yang dirancang longgar dan flowing itu hadir dengan beragam warna antara lain hitam, hijau, cokelat. Kebanyakan warna-warna gelap yang menenangkan dan warna terang hijau, cokelat,  peach, abu-abu, hitam.

Busana muslim itu dipadukan dengan penutup kepala bergaya turban, iket, atau kerudung. “Saya mengambil inspirasi tutup kepala dari Jambi,” kata Itang.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
itang yunasz

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top